Home / Pena_VJB / Cerpen: Gosongnya malamku di Kota Kupang

Cerpen: Gosongnya malamku di Kota Kupang

Cerpenis Vincentcius Jeskial Boekan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Manakala pedih jariku hilang, jarum pendek jam tanganku berkata telah pukul 05.00 Wita. Kendati mata masih terang, kantukku masih belum familiar, belum ada aba-aba tempat itu mau ditutup, tapi aku mesti kembali ke rumah sebelum ditelpon, di-sms atau apalah namanya.

Sembari hati tersenyum kuayuhkan langkah. Mataku menangkap dua pria muda duduk sekitar dua meter dari lorong jalan yang hendak kulalui, saling mengerdipkan mata. Aku membelalakkan mata untuk mengatakan kesendirianku bukan karena ingin mengincar sebagaimana yang mereka incar. Mereka pun malu, aku puas. Setidaknya tak sampai harus “menonjok” dengan belalakan mata berikutnya.

Siang telah datang. Dari arah Timor Leste sana, mentari telah terbit dari peraduannya. Sinarnya yang memerah itu sebuah kencan indah yang kubawa hingga menghempaskan tubuh di atas peraduan, dan aku pun tak tahu lagi apa yang bakal kuimpikan. *

Baca Juga :  Yos Lema: PMI Kupang Gelar Konser Kemanusiaan

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button