8

 

 

Moral-politik.com : Kejaksaan Negeri Ba’a sepertinya tidak main main dalam upaya percepatan penuntasan berbagai kasus dugaan korupsi maupun laporan masyarakat yang terjadi di wilayah Rote Ndao.

Salah satunya adalah kasus dugaan penggelapan dana pembebasan lahan rumah jabatan bupati  beserta status kepemilikan tanah seluas 10 hektar terus dikembangkan tim inteligen Kejaksaan Negeri Rote Ndao.

Untuk penuntasan kasus tersebut, pihak Kejari Ba’a akan memeriksa 18 orang yang terlibat menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan itu diawali dengan pemeriksaan para pemilik tanah, para petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rote Ndao hingga mantan Kabag Umum Setda Kabupaten Rote Ndao yang saat ini menjabat Sekretaris DPRD Kabupaten Rote Ndao, Domi S Nunuhitu serta Kepala Desa Sanggaoen, Benjamin Manafe.

Pantauan wartawan di kantor Kejari Ba’a, Selasa (10/12), usai melakukan apel pagi, tim intelijen Kejaksaan Negeri Ba’a melakukan pemeriksaan sejumlah pihak diantaranya, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Rote Ndao Hans Soeky dkk, Sekwa Kabupaten Rote Ndao Domi S. Nunuhitu dan Kepala Desa Sanggaoen Benjamin Manafe serta salah seorang warga yang diketahui sebagai salah satu pemilik lahan rujab.

Pernah diberitakan, sebanyak 13 orang pemilik lahan di kompleks perumahan jabatan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao yang terletak di Ne’e menyurati Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. (lima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 2 =