Home / Sport / 42 rumah di Kota Kupang rusak diterpa angin kencang

42 rumah di Kota Kupang rusak diterpa angin kencang

Bagikan Halaman ini

Share Button

23ilustrasi

 

Moral-politik.com : Angin kencang disertai hujan yang melanda Kota Kupang selama tiga hari terakhir, telah merusakkan sedikitnya  42 rumah di Kota Kupang. Rata-rata kerusakan yang terjadi pada atap dari rumah yang ditiup angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, David Puas mengatakan ini kepada Moral-politik.com di Kantor BPBD Kota Kupang, Selasa (21/1/2014).

Dia mengatakan, dari jumlah kerusakan tersebut, yang paling banyak terjadi korban angin kencang di Kelurahan Sikumana sebanyak 11 Rumah. Diikuti kelurahan Maulafa, Kolhua dan Manulai. Rata-rata kerusakan yang dialami adalah atap rumah beserta kap rumah yang tertiup angin keras disertai hujan besar.

“Rumah warga yang rusak telah kami datangi sekaligus memberikan bantuan berupa terpal dan makanan jadi. Bantuan itu kami serahkan langsung kepada masing-masing Kepala Keluarga disetiap kelurahan,” kata David.

Selain bencana Angin kencang, kata David, bencana longsor juga terjadi di Kota Kupang, yang disebabkan cuaca buruk yang melanda Kota Kupang. Bencana longsor itu terjadi kelurahan Mantasi dan Fatufeto.

“Tidak ada keruskan pada rumah milik warga. Namun longsor itu butuh perhatian dari pemerintah, sebab longsor yang terjadi sangat dekat dengan pemukiman warga sehingga pemerintah perlu melakukan pembenahan di lokasi itu, agar jangan sampai merambat ke pemukiman warga,” tukas Puas.

Dia mengatakan, Pihak BPBD Kota Kupang dalam tiga hari ini terus melakukan pantauan terhadap daerah-daerah yang rawan bencana. Selain itu, pihak BPBD juga harus melakukan pembersihan terhadap jalan-jalan yang tertutup pohon tumbang.

“Hari ini saja ada tiga pohon besar yang tumbang dan menutupi jalan yakni di jalan WJ. Lalamentik, jalan Frans Seda, dan Jalan HR. Koroh kelurahan Sikumana. Kondisi jalan itu sudah dibersihkan dan bisa dimanfaatkan lagi oleh para pengguna jalan,” jelas David. (nyongki)

Baca Juga :  Nasib Mahasiswa Akper Mandiri Kabur, Pemprov NTT Jangan Diam Saja

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button