Home / Populer / 45 Orang Imigran Gelap terdampar di Rote

45 Orang Imigran Gelap terdampar di Rote

Bagikan Halaman ini

Share Button

23

                                                                                                                                    ilustrasi

Moral-politik.com : Warga di Kabupaten Rote Ndao kembali dikejutkan dengan terdamparnya 45 orang imigran gelap asal Negara Eriteria, Sudan, Yaman, Somalia, Gana dan Libanon, di sekitar Desa Lenupetu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin (6/1) pagi.

Puluhan imigran gelap yang hendak berangkat menuju Australia tersebut, warga langsung melaporkannya ke Polres Rote Ndao. Usai mendapat informasi itu, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi mereka ke Mapolres Rote Ndao.

Salah seorang warga Desa Lenupetu, Jois Manafe yang berhasil dikonfirmasi wartawan di lokasi itu mengungkapkan, usai menemui para imigran gelap yang terdampar tersebut mereka langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Setelah dua jam kami melaporkan ke pihak kepolisian, Polisi langsung datang dan mengamankan mereka,” kata Manafe.

Menurutnya, ke 45 orang imigran gelap itu terdampar di lokasi tersebut karena perahu yang ditumpangi alami kerusakan. Perahu yang ditumpanngipun tak dinahkodai kapten maupun Anak Buah Kapal sebab para imigran tersebut langsung menahkodainya.

“Tidak ada ABK atau Kapten Kapal,” ujarnya.

Ditambahkannya, sesuai informasi yang berhasil diperoleh pihakanya ke 45 orang imigran gelap itu meliputi dua orang berkewarganegaraan Eriteria, sembilan orang asal Sudan,  Yaman berjumlah satu orang, Somalia 28 orang, Mesir tiga orang, Gana 1 orang, Libanon 1 orang.

“Laki-laki berjumlah 36 orang dan wanita sebanyak sembilan orang dan seluruhnya sudah dijemput ke Polres Rote Ndao,” terangnya.

Masih menurutnya, berdasar informasi yang berhasil dihimpun pihaknya, para imigran gelap tersebut sebelum terdampar di lokasi itu sudah memasuki wilayah Australia namun dicegat oleh kapal perang asal Australia dan menggiring mereka keluar dari perairan australia.

“Setelah kembali ke wilayah Indonesia kapal yang mereka tumpangi hancur karena dihantam gelombang sehingga mereka terpaksa menepi di sini,” katanya. (lima)

Baca Juga :  Ketum Muhammadiyah: Perpres Jokowi sejalan dengan Permen Mendikbud !

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button