Home / Populer / 5 alasan keputusan MK beraroma ‘Judicial Corruption’ (2)

5 alasan keputusan MK beraroma ‘Judicial Corruption’ (2)

Bagikan Halaman ini

Share Button

31

 

 

Moral-politik.com : Seperti diketahui, hakim konstitusi Maria Farida Indarti tidak memberikan pernyataan apapun. Sebab dalam perkara ini, guru besar ilmu perundang-undangan Universitas Indonesia (UI) itu memilih menolak permohonan.

“Saya kan DO, jadi tidak bisa berkomentar,” kata Maria menuju mobilnya

Adapun hakim konstitusi Arief Hidayat tidak bisa memberikan komentar lebih jauh karena saat putusan dibuat, dia belum menjadi hakim konstitusi.

“Bukan berwenang saya menjawab, karena saya belum masuk rapat permusyawatan hakim,” ujar guru besar Universitas Diponegoro (Undip) itu.

Bagaimana dengan Hamdan Zoelva? Melansir detik.com, wartawan yang menunggu Hamdan sejak selesai ucapan putusan dibacakan tidak bisa menemui Hamdan. Menurut informasi, Hamdan sudah terlebih dahulu meninggalkan gedung MK.

Putusan itu diketok oleh Mahfud MD, Akil Mochtar, Achmad Sodiki, Hamdan Zoelva, Muhammad Alim, Ahmad Fadlil Sumadi, Maria Farida Indrati, Harjono, dan Anwar Usman. Mahfud MD dan Achmad Sodiki kini telah pensiun dan Akil yang belakangan menjadi Ketua MK ditangkap KPK atas dugaan kasus korupsi.

Aroma judicial corruption tercium saat putusan pemilu serentak 2019 sudah diputus pada Maret 2013 tetapi baru diumumkan hari ini.

“Wajar kalau rakyat curiga ada judicial corruption di MK, tidak dalam bentuk uang tapi kepentingan. MK harus bisa menjelaskan apa di balik penundaan pengumuman yang bergitu lama,” kata komisoner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh.

Jadi, apakah setali tiga uang antara Akil Mochtar dengan Hamdan Zoelva? Nantikan penelusuran lanjutannya, sembari berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup mata…. (habis)

Baca Juga :  Penyebab Dolar AS tembus Rp 13.500

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button