Home / Populer / Ada 2 alasan Ahok berseberangan dengan Jokowi

Ada 2 alasan Ahok berseberangan dengan Jokowi

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

 

 

Moral-politik.com : Sepeninggal tahun 2013, pada tahun 2014 di hari yang ketiga ini, Jumad (3/1/2014), Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta dilarang keras menumpang mobil pribadi ke kantornya.

Berbeda dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih memilih tetap naik mobil dinasnya.

Apakah Ahok membandel dengan titah Jokowi? Tentu saja tidak. Sebab alasan mengapa Basuki menolak naik angkutan umum sangat masuk akal. Pertama karena dia bukan PNS DKI; dan kedua, jarak dari rumahnya di Pantai Mutiara ke Balaikota cukup jauh, ia harus berganti tiga kali angkutan umum.

“Saya naik mobil saja karena lebih cepat. Kalau naik bus harus pindah tiga kali,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Menurut Basuki, dengan menggunakan mobil, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit menuju kantornya. Sementara apabila menggunakan transjakarta, selain harus berpindah-pindah, waktu tempuhnya juga lebih lama, yaitu 45 menit.

Meski begitu, Basuki tetap mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta tersebut. Malahan, Basuki yang pertama kali mewacanakan one day no car untuk para PNS DKI.

Hal itu dimaksudkan agar PNS DKI dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat Jakarta untuk beralih menggunakan transportasi umum. “Kita enggak paksa orang naik transjakarta. Tapi, mereka akan sendirinya terpaksa pindah ke transjakarta,” ujar Basuki.

Sementara untuk PNS yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, Ahok pernah mengemukakan akan menyediakan bus khusus untuk PNS. Dengan penggunaan bus angkutan khusus ini, waktu kerja PNS akan lebih produktif.

“Bus ini nantinya akan lewat jalur Transjakarta. Jadi mereka juga akan lebih cepat sampai kantor,” katanya beberapa waktu lalu.

Dari data badan kepegawaian daerah, total jumlah PNS DKI Jakarta saat ini sebanyak 75.643 orang, sebagian besar mereka menggunakan kendaraan pribadi saat bekerja.

Baca Juga :  Ketum PPP minta jangan pilih kotak-kotak

Dari jumlah sebanyak itu, pantas saja Jakarta semakin tambah macetnya…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button