Home / Sport / Ada kejanggakan PKH di Desa Benteng Raja

Ada kejanggakan PKH di Desa Benteng Raja

Bagikan Halaman ini

Share Button

Populer di Yahoo

Yahoo Mail

theo Avatar
Halo, theo

Bantuan

Yahoo
Tekan ? untuk pintasan keyboard.

IMG03948-20140122-1704

 

Moral-politik.com : Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia rupanya di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, tidak tepat sasaran. Pasalnya warga yang sudah terdaftar dan terakomodasi dalam program PKH pada saat penerimaan dana ditolak hanya karena alasan namanya tidak terdaftar.

Hal ini membuat Forum Pemuda Peduli Masyarakt (FP2M) Isanal Yoance Nata Meka didampingi  Florianus Agung kepada Moral-politik.com  di Borong Rabu (22/1), melaporkan  warga atas nama Makdalena Ude, Dusun Ruis RT 03 RW 02, Desa Benteng Raja, Kabupaten Manggarai Timur, tidak diakomodir dalam proses pencairan.

Yoance Nata Meka mempertanyakan  alasan Dinas Sosial yang tidak mencantumkan nama Makdalena Ude dalam Progran Keluarga Harapan (PKH). Padahal pendamping dari dinas Sosial yang ditugaskan di Benteng Raja sudah turun langsung kelapangan.

Florianus Agung menceritakan mereka sudah pernah ke  Dinas Sosial Manggarau Timur  untuk menanyakan alasan mengapa Makdalena tidak menerima dana tersebut dan jawaban pihak dinas karena  limit waktu yang ditentukan dari pusat  terlalu singkat sehingga petugas tidak turun ke desa untuk mendata secara langsung.

“Ini yang kami pertanyakan kepada dinas sosial, padahal pendamping sudah ditempatkan di desa tersebut” katanya.

Lebih lanjut  dia mengatakan, dalam proses awal Makdalena Ude mendapat undangan untuk pertemuan awal, mengisi semua dokumen dengan membawah rapor atau surat keterangan sekolah bagi putra/putri, membawah karu sehat dari puskesmas, posyandu, dan layanan kesehatan karena dalam undangan tidak bisa diwakili Diapun  hadir pertemuan awal.

Florianus Agung mengaku pihak Dinas membenarkan Dari kriteria  Makdalena  Ude sangat layak mendapat Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Natal, Polisi Operasi Miras

Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Desa Benteng Raja Efreim Dianto mengatakan tugas pendamping memverifikasi data yang di kirim dari pusat.  Dari data yang ada pendamping melakukan verifikasi termasuk makdalena. Setelah verifikasi nama makdalena dikirim pusat  tetapi data yang dikirim dari pusat  peserta nama makdalena tidak muncul. Jadi pendamping membagikan uang berdasarkan nama yang tertera di daftar nama penerima.  (Satria)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button