Home / Sport / Ada rumah panti di TTU dirubah jadi kandang hewan

Ada rumah panti di TTU dirubah jadi kandang hewan

Bagikan Halaman ini

Share Button

mubazir(1)

 

 

Moral-politik.com : Rumah panti rehabilitasi gizi balita atau lebih keren disebut TFC Bitefa, terkesan mubasir. Salah satu gedung bantuan care Internasional yang dibangun tahun 2006 lalu, sejak diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hingga kini diterlantarkan begitu saja.

Pantauan wartawan, Kamis (02/01), pusat rehabilitasi gizi balita yang berlokasi di kelurahan Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur,Kabupaten TTU  sejak tahun 2009 mengalami “libur panjang” hingga sekarang. Dugaan kuat anggarannya tidak dicairkan lagi untuk melayani balita gisi buruk, sehingga petugas terpaksa bubar dan tinggalkan gedung tersebut.

Padahal padahal masih ada barisan balita penderita gisi buruk dan marasmus sedang berjejer menanti perawatan intensif petugas.

Lantaran tidak beroperasi lagi, satu-satunya gedung pusat rehabilitasi balita gisi buruk sudah retak, sejumlah fasilitas permainan anak-anak sudah rusak, lebih ironis lagi teras gedung dan kamar mandi dihuni ternak kambing dan babi bahkan disekeliling gedung dipenuhi rerumputan liar.

Sejumlah sumber mengaku saat dikelola LSM Car Internasional beroperasi lancar, menghimpun puluhan balita gisi buruk untuk mendapat perawatan nginap, tapi tidak berjalan lagi sejak diserahkan kepada pemerintah TTU, melalui Dinas Kesehatan. Sejumlah fasilitas termasuk satu unit kendaraan ambulance  yang sebelumnya difungsikan untuk mengangkut balita gisi buruk akhirnya ditarik kembali Dinas Kesehatan TTU.

Dikatakan, sejumlah tenaga medis sebelumnya diperbantukan di panti rehabilitasi, tapi karena tidak beroperasi lagi sehingga ditarik kembali untuk mengabdi di Puskesmas bahkan ada yang masuk ke Kabupaten.

“Sebelumnya aktifitas pelayanannya lancar saat itu masih ada pendampingan dari petugas care, tapi setelah di kelola Dinas justru kembali mancet. Kami tidak tahu kenapa sehingga tidak beroperasi lagi,” tandas sumber yang enggan diberitakan.

Baca Juga :  Perbaikan Gizi Balita Butuh Gerakan Cepat dan Serius

Sementara Kepala Puskesmas Bitefa, Herman Mataufina, SKM, saat dikonfirmasi mengaku pemanfaatannya dikelola langsung Bidang Gisi balita pada Dinas Kesehatan TTU. Sehingga dirinya tidak mengetahui jelas fasilitas pendukung didalam gedung pusat rehabilitasi balita gisi buruk. Herman mengaku sejak bertugas sebagai Kepala Puskesmas Bitefa, akhir 2011 lalu sudah tidak ada lagi aktifitas penampungan pusat rehabilitasi balita gisi buruk.

“Maaf ya.., saya tidak tahu pengelolaannya tapi yang jelasnya sejak saya tugas disini panti rehabilitasi gisi tidak lagi beroperasi. Silahkan adik tanya saja ke bidang Gisi di Dinas Kesehatan,” pintanya.

Ketika disinggung terkait data balita gisi buruk di wilayahnya, Herman mengaku dari jumlah tiga balita mengalami kekurangan, satu balita masuk status gisi buruk dan sedang menjalani perawatan medis  rawat jalan.

Dikatakan, untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan status balita gisi kurang, maka pihaknya terus memberikan perhatian rutin terhadap sejumlah balita gisi kurang dan gisi buruk sehingga kesehatannya bisa normal sesuai kondisi umur dan berat badannya.

“Kita selalu kontrol perkembangan berat badan dan tinggi badan pasien setiap posyandu, jika ada yang kondisinya mengarah ke gisi kurang, perlu ada perhatian serius. Untuk balita yang statusnya gisi buruk sementara jalani rawat jalan,” ujarnya.

Selain itu, Herman juga berharap pusat rehabilitasi rawat nginap penting dioperasikan kembali sehingga bisa menampung balitastatus gisi buruk untuk mendapat perawatan intensif karena bukan saja di wilayahnya tapi juga Puskesmas lainnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button