Home / Populer / Adnan Buyung desak KPK periksa Ibas

Adnan Buyung desak KPK periksa Ibas

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

Moral-politik.com : Semakin terang-terangan suara dari kubu mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Sekretaris Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Kali ini suara itu muncul dari mulut kuasa hukum Anas, Adnan Buyung Nasution. Dia mendesak KPK memeriksa Ibas.

Pemeriksaan tersebut, kata Adnan, agar tudingan bahwa Ibas terlibat kasus dugaan korupsi proyek Hambalang menjadi jelas.

“Saya kira kalau berpegang cara KPK, siapa pun disebut di sidang pengadilan, dianggap terlibat, ya, harusnya dipanggil. Paling tidak untuk menjernihkan masalah,” kata Adnan di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Adnan mengatakan, lansir Kompas.com, setelah pemeriksaan, KPK harus menyampaikan kepada publik ada atau tidaknya keterlibatan Ibas dalam proyek Hambalang. Langkah itu agar tidak terus beredar rumor terhadap putra pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono itu.

“Kalau memang Ibas nanti tidak bersalah, harus dengan tegas KPK katakan tidak ada bukti apapun terhadap Ibas. Jadi clear, kalau tidak di-clear-kan, terus saja rumor, gosip berkembang terus, Ibu Ani ngambek lagi nanti,” kata Adnan.

Adnan mendukung pernyataan Anas agar SBY langsung yang mengantar Ibas ke KPK. “Kalau KPK minta Ibas datang, lalu SBY sebagai Ayah anterin anaknya bagus sekali. Tapi, kan harus ada permintaan dari KPK dulu, masa Ibas tiba-tiba datang,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, nama Ibas pernah disebut oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, ketika diperiksa terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek Hambalang yang melibatkan Anas.

Yulianis mengaku pernah menyebut nama Ibas saat penyidik mencecar soal penyelenggaran kongres Partai Demokrat 2010. Menurut Yulianis, ada catatan keuangan Grup Permai yang menyebutkan aliran dana 200.000 dollar AS ke Ibas.

Baca Juga :  Ini Saran Gerindra kepada Demokrat soal Ruhut

Dana tersebut, kata Yulianis, berkaitan dengan pelaksanaan Kongres Partai Demokrat 2010. Kepada wartawan, Yulianis menyebut uang 200.000 dollar AS itu berasal dari proyek Grup Permai yang bermasalah.

Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan, pihaknya belum memanggil Ibas untuk diperiksa dalam kasus Hambalang karena belum menemukan cukup bukti mengenai keterlibatan Ibas.

Ibas sudah membatah terlibat korupsi Hambalang. SBY melalui tim kuasa hukum keluarganya bahkan sampai melayangkan somasi kepada politisi PKS Fahri Hamzah lantaran mendesak Ibas diperiksa.

Apapun alasan hukum harus ditegakkan, dan tidak ada yang kebal hukum di sebuah  negara hukum, Indonesia. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button