Home / Populer / Adnan Buyung : Pemeriksaan Anas sekadar pencitraan negara

Adnan Buyung : Pemeriksaan Anas sekadar pencitraan negara

Bagikan Halaman ini

Share Button

19

 

 

Jakarta, Moral-politik.com :  Advokat senior Adnan Buyung Nasution meragukan kejujuran KPK dalam kasus yang melibatkan kliennya Anas Urbaningrum.

“Ayo kita lihat ya bersama-sama bagaimana pemeriksaan KPK apakah jujur, lurus, adil, atau ini sekadar pencitraan untuk kekuasaan negara ini,” ucap Buyung di Kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (17/1/14).

Advokat yang biasa disapa Bang Buyung tersebut juga memaparkan bahwa sebenarnya kasus yang menimpa Anas sangat tinggi unsur politiknya. Sebab salah satu buktinya adalah saat Presiden SBY meminta KPK menuntaskan kasus Anas. Saat itu KPK terkesan langsung mengejar-ngejar Anas padahal SBY menyatakan hal tersebut saat ia di Jeddah, Arab Saudi beberapa waktu lalu.

“Apa bukti bahwa ini bernuansa politik? Saya kira semua tahulah dari Jeddah Tanah Suci, Presiden SBY meminta KPK supaya menyelesaikan perkara Anas. Ini kan satu perintah, yah seharusnya KPK menolak perintah-perintah begitu,” ujar Buyung.

Buyung sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum Anas Urbaningrum juga mempersoalkan sprindik kepada Anas yang tidak jelas maksudnya. Penggalan kalimat ‘proyek-proyek lain’ adalah hal yang dipersoalkan oleh Buyung.

Ia memaparkan bahwa sempat menanyakan maksud dari penggalan kalimat ‘proyek-proyek lain’ kepada KPK namun yang didapat Buyung bukanlah jawaban tapi ia diminta menunggu oleh KPK karena KPK akan memberitahukan hal tersebut pada pemeriksaan. Buyung pun menuding KPK telah melanggar hak asasi manusia Anas, dalam kasus tersebut.

“Katanya (KPK) lihat aja pemeriksaan. Saya bilang, enak betul. Masak sambil berjalan pemeriksaan kita baru tahu. Enggak ada begitu. Itu di luar hukum, enggak menghormati hak asasi manusia,” ujar Buyung.

Terkait ketidakjelasan sprindik tersebut, Buyung meminta agar Anas tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh KPK sebelum KPK menjelaskan penggalan kalimat ‘proyek-proyek lain’. (Ganang)

Baca Juga :  Kurang tenaga jaksa di TTU, tapi kasus DAK segera tuntas

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button