Home / Populer / Agen LPG Nakal dicabut hak usahanya

Agen LPG Nakal dicabut hak usahanya

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

Moral-politik.com, Jakarta : Paska direvisinya kenaikan harga LPG Non Subsidi 12 Kg yang pada awal Januari 2014 ini naik Rp 3.500,- menjadi Rp 1.000,- per kilogramnya, banyak agen yang mengeluhkan hal ini.

Para agen gas yang selama ini menjadi mitra Pertamina dalam mendistribusikan gas LPG 12 Kg kepada masyarakat, mengeluh karena pada awal Januari mereka sudah membeli gas LPG 12 Kg dengan harga sekitar Rp 118.OO,- per tabungnya namun mulai 7 Januari 2014 esok  mereka harus menjual rugi dengan harga sekitar Rp 90ribuan.

Menanggapi keluhan para agen tersebut mengatakan tidak akan memberikan kompensasi apapun kepada agen guna mengganti kerugian yang dialami oleh para agen.

Menurutnya hal tersebut sudah menjadi resiko dari sebuah bisnis yang akan dialam oleh siapa pun yang berbisnis.

“Tidak ada kompensasi ataupun mekanisme pengembalian atas kerugian yang dialami agen,” ujar Hanung pada konfrensi Pers yang diadakan di kantor Pertamina Pusat, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (6/1/14).

Hanung pun justru memperingatkan para agen agar mematuhi keputusan Pertamina mengenai revisi kenaikan harga LPG 12 Kg. Ia pun menegaskan akan menindak dengan tegas setiap agen yang tidak mematuhi. Tidak tanggung-tanggung, Pertamina akan memutuskan hubungan usahanya dengan agen yang terbukti tidak patuh atas keputusan Pertamina tersebut.

“Kami memastikan agen untuk mematuhi harga baru (LPG 12 Kg). Sanksinya langsung diPHU (Pemutusan Hubungan Usaha). Tidak ada peringatan atau apa pun langsung PHU,” ucap Hanung secara tegas.

Untuk pengawasan serta kontrol, Hanung menjelaskan Pertamina akan memasang spanduk-spanduk mengenai harga LPG 12 Kg terbaru di sekitar agen maupun di SPBU. Ia pun meminta agar masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran agar melapor.

Baca Juga :  Ahok: Saya tunggu angket dulu, Saya atau Anggota DPRD DKI Masuk Penjara

Selain itu Hanung juga mengatakan bahwa Pertamina sudah membentuk tim satuan tugas (satgas) untuk pengawasan kepada agen-agen.

Setali tiga uang dengan Hanung, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, seusai konfrensi Pers juga menyampaikan hal yang sama kepada wartawan. Ia mengatakan bahwa tidak ada toleransi bagi para agen yang tidak mematuhi keputusan Pertamina terkait revisi kenaikan harga LPG 12 Kg.

“Langsung putus hubungan usaha (PHU) ini adalah resiko bisnis,” ungkapnya secara tegas. (Ganang)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button