Home / Sport / Akhirnya Maria Lina huni Hotel Prodeo

Akhirnya Maria Lina huni Hotel Prodeo

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

ilustrasi

 

 
Moral-politik.com : Maria Lina selaku bendahara pembantu pada Kantor Kementerian Wilayah Agama NTT, Senin (6/1/2014) harus menghuni hotel Prodeo yakni Rumah Tahanan (Rutan) Kals II B Kupang untuk ditahan. Penahanan itu setelah tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT melakukan pelimpahan tahap kedua terhadap berkas, barang bukti, dan tersangka Maria Lina, dalam kasus dugaan korupsi di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTT yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1.278.039.788.

Pelimpahan tahap dua dilakukan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, Noven Bulan, didampingi Kasi Penuntutan, Robert Jimmy, kemarin, Senin (6/1/2014), ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang yang diterima Kasi Pidsus, Tedjo Sunarno, dan As Intel, Arief Kanahau.

Usai penandatangan berita acara pelimpahan tahap dua, Maria Lina yang nampak didampingi keluarganya, langsung digiring menuju bus tahanan dan dibawa ke Rutan  Klas II B Kupang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT  Ridwan Angsar kepada wartawan, Selasa (7/1/2014)  mengatakan, pelimpahan tahap dua tersangka Maria Lina ke pihak Kajari Kupang itu dilakukan setelah tim penyidik Kejati NTT menetapkan berkas yang tersangka telah lengkap alias P21.

Sedangkan, Kasi Pidsus Kejari Kupang Tedjo Sunarno, dalam kasus ini, Maria Lina selaku tersangka telah beritikad baik untuk mengembalikan uang yang termasuk dalam kerugian negara.

“Itikad baik tersangka ini, tentu menjadi pertimbangan penyidik untuk meringankan yang bersangkutan di persidangan nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, Maria Lina juga pernah diperiksa tim penyidik sebagai tersangka, dimana dalam keterangan-nya mengaku sebagai pembantu bendahara, yang turut membantu membuat pertanggungjawaban secara tidak benar serta mencairkan anggaran 18 kegiatan pada program Pelayanan Pendidikan Katholik Kanwil Kemenag NTT.

Baca Juga :  Rote: Dirut PDAM Kerahkan Staf Menangkan Lentera?

Sebelum diperiksa sebagai tersangka, Maria terlebih dahulu mengembalikan uang senilai Rp 39.750.000 kepada tim penyidik Kejati NTT yang merupakan total dana yang diperolehnya dari hasil pembagian dana bersama 16 orang yang lain, dengan total dana secara keseluruhan mencapai Rp 554.750.000.

Sementara itu, pihak Kejati NTT, telah menetapkan mantan Kakanwil Kementrian Agama (Kemenag) NTT, Fransiskus Sega sebagai tersangka baru kasus ini, dan dalam pekan ini akan segera dilakukan pemeriksaan.

Sekadar tahu, dalam kasus ini, terdapat 17 orang yang mendapat bagian dari bagi-bagi uang senilai Rp 554.750.000, namun yang menjadi terdakwa/tersangka hanya empat orang. Sedangkan 13 orang lainnya, termasuk mantan Kakanwil Kemenag NTT Sega Fransiskus yang menerima dana paling besar senilai Rp 106.00.000.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button