Home / Populer / Akhirnya Rektor PGRI NTT dipecat

Akhirnya Rektor PGRI NTT dipecat

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

 

Moral-politik.com : Kisruh dalam tubuh Universitas PGRI NTT telah masuk pada babak yang memilukan, yaitu pemecatan terhadap Semuel Haning sebagai Rektor Universitas PGRI NTT dan dosen tetap pada YPLP PT PGRI NTT.

Tindakan itu diambil dalam rapat Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Perguruan Tinggi (PT) PGRI NTT, Rabu (8/1/2014).

Ketua YPLP PT PGRI NTT Soeleman Radja di kediamannya di Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (8/1/2014), menjelaskan, rapat dihadiri empat orang pengurus, kecuali satu anggota pengurus yang selalu tidak hadir dalam rapat-rapat YPLP PT PGRI NTT, Okta Patirulan.

Empat pengurus YPLP PT PGRI NTT, yakni Soeleman Radja (ketua), AB Dairo (sekretaris), Ny. Teodora Mesak, dan H Jailani Usman. Soeleman menuturkan, YPLP PT PGRI NTT sudah menolerir Semuel Haning sejak awal menjadi rektor. Sebagai pendiri sekaligus bapak, lanjut Soeleman, ia telah mengangkat Semuel Haning menjadi anak dan kemudian menjadi Rektor Universitas PGRI NTT.

Tetapi, kata Soeleman, saat ini YPLP PT PGRI NTT tidak bisa lagi memberikan kesempatan (Semuel Haning) karena sudah keluar jauh dari aturan-aturan lembaga dan sudah tidak loyal lagi. Soeleman mengatakan, beberapa waktu lalu walau sudah dinonaktifkan ia masih menghargai Rektor Samuel Haning.

“Sejak awal sudah saya sampaikan kepada Samuel Haning, saya bangga dia sebagai orang muda dan saya sampaikan selama saya ada Semuel Haning jadi rektor. Enaknya pada awal saja. Saya sayang dia, karena pada saat saya mempersiapkan persyaratan untuk mendirikan Universitas PGRI tahun 1996, dia yang menenangkan teman-temannya agar tidak mengganggu ketua yayasan karena ada gejolak saat itu. Saya ingat jasanya dan saya sampaikan dia yang harus menjadi rektor. Biar satu suara saja,  yakni suara Semuel Haning tetap menjadi rektor. Karena saya sudah sampaikan begitu, siapa lagi yang mau melawan. Karena orang tahu bahwa saya pendiri Universitas PGRI NTT. Susah payah orang tahu semuanya. Makanya kalau saya omong orang pikir-pikir. Namun, Semuel Haning melapor saya kepada Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat, membuat lobi dan manuver ke sana ke mari,” kata Soeleman, lansir Tribunnews.com.

Baca Juga :  Wilayah Semper Barat akan kembali dibangun RPTRA

Ke depan, lanjut Soeleman, karena sudah tutup sama sekali komunikasi dan ada tindakan melawan, terpaksa langkah terakhir sesuai  AD/ART, tegur tertulis dan penonaktifan sementara. Namun karena masih melawan sehingga dipecat.

“Kami sepakat untuk pemecatan. Pemecatan dilakukan karena sikap tidak loyal pada yayasan, membuat manuver. Saya sendiri ketemu beliau (Semuel Haning) dan menjelaskan. Juga pengurus lainnya menjelaskan, malah manuver dan mengadu domba. Membuat PGRI menjadi universitas negeri. Masuk keluar uang mau buat apa saja, yayasan tidak pernah tahu,” ungkap Soeleman.

Terkait pemecatan rektor Samuel Haning, tetapi di Universitas PGRI anggota senat masih menginginkan  dia menjadi rektor, Soeleman  mengatakan, beberapa orang di senat seperti Simson Lasi, David Selan dan Uly Riwu Kaho adalah orang-orang yang setia. Kenapa membelok karena menjelang akhir masa  jabatan, mereka ini dibawa oleh rektor ke luar negeri, diberikan mobil.

“Kalau orang sudah seperti ini pasti apapun mereka tabrak. Bahkan ada yang bukan anggota senat, seperti humas saja diberikan mobil baru seharga hampir Rp 200 juta. Saya sudah tanyakan David Selan, dan dia mengaku diperintahkan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui apa reaksi dari Semuel Haning sehubungan dengan pemecatan dirinya itu. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button