Home / Sejarah / Alkisah asal-usul manusia Belu, Timor dan kepulauannya (1)

Alkisah asal-usul manusia Belu, Timor dan kepulauannya (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Belu(2)

 

 

Moral-politik.com : Belu merupakan salah satu dari 21 kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Sebelum Malaka ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Baru). Letaknya di Pulau Timor. Luas Kabupaten Belu adalah 2.445,57 Km2. Pada sensus penduduk tahun 2010 ini, tercatat, penduduk Kabupaten Belu adalah sebanyak 352.400 jiwa.

Penduduk Kabupaten Belu adalah yang terbesar nomor dua, sesudah penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan. Ibukota Kabupaten Belu adalah Atambua. Atambua merupakan kota terbesar kedua di Pulau Timor, sesudah Kupang. Penduduk Kota Atambua tercatat sekitar 75,000 jiwa.

Secara adat-istiadat dan kebudayaan, Kabupaten Belu merupakan masyarakat adat Timor, yang hidup dalam empat kelompok suku-bangsa dan bahasa. Penduduk Kabupaten Belu, kebanyakan Orang Tetun.

Selain Orang Tetun yang berkonsentrasi di sebagian besar Tasifeto, sebagian besar Malaka dan sebagian besar Kobalima; terdapat juga Orang Marae atau Bunak yang berkonsentrasi di hampir seluruh wilayah Lamaknen serta beberapa perkampungan lain di Tasifeto, Malaka dan Kobalima; Orang Kemak yang berkonsentrasi di Sadi, dan bberapa perkampungan lainl di Tasifeto serta Orang Dawan R yang berkonsentrasi di Manlea dan Biudukfoho, wilayah Malaka.

Umumnya penduduk Kabupaten Belu, berasal dari ras Melayu Tua (Proto-Melayu), ras yang diyakini lebih tua dan lebih awal mendiami Pulau Timor. Selain Ras Melayu Tua, terdapat juga ras Melayu Muda (Deutero-Melayu) dan Asia (Cina). Baik ras Proto Melayu, Deutero Melayu dan Asia, telah berbaur dan telah terikat dalam sistem kawin-mawin, sejak beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun silam.

Di Kota Atambua, juga beberapa kota kecil seperti Atapupu, Halilulik, Betun, terdapat juga sejumlah kecil penduduk yang berasal dari luar Kabupaten Belu, entah dari Pulau Timor sendiri, atau pun dari luar Pulau Timor.

Baca Juga :  Mereka ini sayang Olga...(1)

Melansir beluoan.wordpress.com, Penutur adat Kabupaten Belu, yang dijuluki gelar Mako’an, menuturkan bahwa konon Pulau Timor ini belum muncul ke permukaan. Semua masih ditutupi air. Dan kita bisa membayangkan itu dengan jaman es (atau Jaman Glasial) yang terjadi sekitar 500 atau 600 ribu tahun silam.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, Jaman Glasial merupakan bagian dari Masa Neozoikum, khususnya Periode Pleitosen (Dilluvium) … yang ditandai pula dengan munculnya manusia raksasa (bdk. Science Daily, 27 Mei 2010).

 

bersambung

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button