Home / Sejarah / Amarasi : Sejarah dan dapurnya Kota Kupang (2)

Amarasi : Sejarah dan dapurnya Kota Kupang (2)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Raja Amarasi & Putera Mahkota                                                                                   raja amarasi dan putra mahkota



Moral-politik.com :  Setiap kampung, atau kerajaan punya sejarahnya tersendiri. Dari sejarah maka akan jelas terlihat bagaimana seorang raja memimpin masyarakatnya, kehidupan sosialnya, serta kebudayaannya.

Sekilas tentang Kerajaan Amarasi

Baun, sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Amarasi Barat, dahulunya adalah merupakan Pusat Kerajaan Amarasi. Semua Raja-Raja Amarasi berasal dari Baun. Sampai saat ini, Istana Raja Amarasi masih berdiri kokoh.

Menurut sejarah yang ada, keturunan orang Amarasi berasal dari wilayah Wehali di Belu-Atambua. Salah satu Putera Raja Wehali melakukan kesalahan dengan memecahkan mangkuk berharga milik keluarga  sehingga diusir dari kerajaannya. Ia bersama pengikut-pengikutnya melakukan perjalanan ke  utara Wehali yaitu Biboki, Insana,  dan kemudian meneruskannya  sampai ke wilayah Amarasi, lalu mendirikan Kerajaan Baru.

Berturut-turut Raja yang memimpin Kerajaan Amarasi adalah :

1.        Pangeran Ishak Koroh pada tahun 1921
2.        Dom António ( 1665)
3.        Dom Tomás 1665  (Kakak)
4.        Dom António II disebutkan 1688
5.        Dom Affonco disebutkan 1703
6.        Dom Augusto Fernandes disebutkan 1703
7.        Nai Soti disebutkan 1714
8.        Dom Luis Hornay sebelum 1749-1752
9.        Dom Affonco Hornay 1752-1774 (putra)
10.        Don Rote Ruatefu 1774-1802 (putra)
11.        Kiri Lote 1803-sebelum 1832 (putra)
12.        Koroh Kefi sebelum 1832-1853
13.        Obe Koroh 1853-1871 (keponakan)
14.        Rasi Koroh 1872-1887 (keponakan)
15.        Taku Obe 1888-1891 (anak dari Obe Koroh)
16.        Rasi Koroh kedua kalinya, 1892-1914
17.        Ishak Koroh 1914-1923 (kakak)
18.        Alexander Koroh 1923-1925 (cucu dari Rasi Koroh)
19.        Hendrik Arnold Koroh 1925-1951 (kakak)
20.        Viktor Koroh 1951-1962 (putra)

Raja Amarasi, Fetor Amtiran&Opsir Belanda(1)

  raja amarari, fetor amtiran, dan opsir belanda

Setelah Jepang menyerah dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya Raja-Raja (Kepala Swapraja) seluruh keresidenan Timor dalam Konferensi Malino tanggal 18 Juli 1946 mendukung penggabungan keresidenan Timor, Flores, Sumba dan daerah taklukannya dengan Bali, Lombok dan pulau-pulau selatan daya menjadi suatu daerah otonom dalam lingkup Pemerintahan Republik Indonesia, yang kemudian dikenal dengan wilayah Propinsi Sunda kecil.

Baca Juga :  Menolak lupa sosok Prabowo Subianto...

Sebagai langkah lanjutan dari perjuangan untuk menentukan nasib diri sendiri dalam bidang pemerintahan, pada tanggal 21 Oktober 1946 Raja-Raja (Kepala Swapraja) seluruh keresidenan Timor mengadakan sidang di Kota Kefamenanu guna membentuk Timor Eiland Federatie (gabungan kerajaan afdelling Timor). (Ale)

bersambung

Pencarian Terkait:

  • ciri khas kerajaan amarasi
  • kebudayaan kerajaan amarasi
  • amarasi
  • Sejarah kerajaan amarasi

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button