Home / Sejarah / Amarasi : Sejarah dan dapurnya Kota Kupang (4)

Amarasi : Sejarah dan dapurnya Kota Kupang (4)

Bagikan Halaman ini

Share Button

15

Moral-politik.com : Tugas seorang Fetor adalah membantu kerja Swapraja menarik pajak, menyelesaikan pertikaian yang terjadi antar warga termasuk menjaga wilayah Kecamatan dari segala ancaman dan gangguan dari dalam maupun dari luar wilayahnya.

Di samping itu Fetor juga berhak atas hasil bumi (upeti) dari Temukung-temukung yang ada dalam wilayah kekuasaannya.

Fetor juga menghadiri pesta yang diadakan oleh penduduk, untuk itu penduduk yang ingin mengundang Fetor akan menyampaikan kepada Temukung.

Kemudian penduduk yang mengadakan pesta bersama Temukung menjemput Fetor dengan Kuda atau tandu ke tempat pesta.

Setelah selesai penduduk yang mengadakan hayatan akan memeberikan persembahan berupa beras dan babi.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga Raja dan Fetor, setiap hari warga secara bergilir akan menyediakan tenaga untuk kebutuhan seperti mencuci, masak, membersihkan rumah termasuk tugas-tugas rumah tangga yang lain.

Disamping itu dalam setiap Temukung masyarakat mempunyai Kebun Kolektif yang disebut dengan Etu. Setiap panen, hasil kebu kolektif tersebut akan dikirimkan ke gudang milik Fetor dan Raja.

Selain itu penduduk juga masih harus membayar pajak pribadi dalam bentuk uang Belanda yang disebut Naiknuif.

Sampai di disini sistem kekuasaan tradisional di Timor hampir tidak bisa dibedakan secara tegas mana kepemilikan pribadi dan mana kepemilikan kolektif karena Raja dan Fetor sekaligus berkuasa atas pemilikan tanah (Land Lord). (bersambung)

Baca Juga :  Kisah Pramono Anung tentang suasana diplomasi berkuda Jokowi dan Prabowo

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button