Home / Populer / Anas minta wartawan tanyai KPK soal pemeriksaan Ibas

Anas minta wartawan tanyai KPK soal pemeriksaan Ibas

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

Moral-politik.com : Pemeriksaan terhadap Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro masih terus dinanti-nantikan oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang menjadi tersangka dan tahanan atas kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dan sejumlah kasus lainnya.

Sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang seolah-olah menutup telinga terhadap laporan yang diberikan melahirkan sindiran bahwa seolah-olah KPK sedang mementaskan opera sabun.

Padahal menurut Anas, usulan pemeriksaan KPK terhadap petinggi PD yang berkaitan langsung dengan Kongres PD 2010, adalah hal yang sangat penting.

Kendati demikian, Anas enggan memberikan pendapat tentang perlunya Ibas diperiksa KPK karena materi pemeriksaan perkaranya belum memasuki tentang itu. Ia mempersilakan media mempertanyakan tentang pemeriksaan Ibas itu ke pihak KPK.

“Tolong ditanyakan pada jubir (juru bicara), pimpinan, atau penyidik,” kata Anas kepada wartawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (21/1/2014), lansir Tribunnews.com.

Anas hadir di Pengadilan Tipikor kali ini untuk menjadi saksi kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan terdakwa mantan Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar.

Diketahui, KPK memberikan status tersangka dan menahan Anas karena sewaktu menjadi anggota DPR RI diduga menerima gratifikasi terkait proyek Sport Center di Hambalang Kemenpora dan proyek lainnya.

Adapun nama Anas ada dalam surat dakwaan Deddy Kusdinar. Suami Attiyyah Laila ini disebut sebagai pihak yang berada di belakang PT Adhi Karya sehingga perusahaan itu mendapatkan proyek pembangunan fisik Sport Center di Hambalang.

Anas diduga menerima imbalan lebih Rp 2 miliar yang diduga digunakannya untuk keperluan entertain saat pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres di Bandung 2010.

Penyidik KPK sudah memeriksa beberapa pejabat struktural Partai Demokrat yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan Kongres PD pada Mei 2010. Namun, sejauh ini penyidik KPK belum memeriksa Ibas selaku Ketua Steering Committee (SC) untuk kongres itu.

Baca Juga :  Waspada!! Debit air lebih besar bakal tiba di Jakarta

Pemeriksaan kepada mereka dilakukan untuk menelusuri dugaan aliran dana hasil korupsi proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya saat pemilihan Ketua Umum PD di kongres tersebut.

Anas menyatakan memahami, biasanya penyidik KPK akan memeriksa pejabat struktural suatu partai bila ada ketua umumnya menjadi tersangka.

Namun, ia kembali menyarankan media untuk menanyakan alasan belum diperiksanya Ibas ke pihak KPK. “Makanya sampeyan tanya ke jubir atau pada pimpinan, atau pada penyidik biar objektif,” ujarnya.

Hingga artikel ini ditayangkan belum tercium aroma kapan KPK bakal memeriksa Ibas sebagai saksi terkait kasus yang menimpa mantan ketua umumnya Anas Urbaningrum. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button