Home / Populer / Andreas butuh uang untuk operasi ‘tanpa lubang anus’

Andreas butuh uang untuk operasi ‘tanpa lubang anus’

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG03090-20140106-1011(1)

Moral-politik.com : Andrean Purnama Genggang (4 bln), anak dari Marselinus Jehatu (30) dan Fransiska Radioni Omas (28), asal Dusun Ntango, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kelimpungan lantaran berkas keterangan Jamkesmas yang  telah ditandatangani Menteri Kesehatan itu ditolak oleh petugas BPJS di RSUP Sanglah Denpasar, dengan alasan tidak berlaku kembali sejak diberlakukannya BPJS per 1 Januari lalu.

Sebelumnya, sejak dirawat 2 September 2013, Andrean yang didiagnosa ateria ani post (tanpa lubang anus) ini memakai Jamkesmas ibunya, Fransiska Radioni Omas.

“Membutukan uang banyak, kami tidak memiliki uang banyak, kami membutukan bantuan pemerintah daerah dan donatur. Anak kami dirujuk di RS Sanglah dengan memakai kartu Jamkesmas ibunya. Tidak ada masalah, tapi kami kaget saat hendak mendaftar berkas. Padahal anak kami akan diberi jadwal operasi,” kata Marselinus Jehatu, Selasa (7/1/2014)

Marsel mengaku belum mengetahui soal BPJS Kesehatan yang telah diberlakukan 1 Januari 2014 tersebut. Dirinya baru mengetahui soal BPJS Kesehatan itu ketika petugas BPJS di RS Sanglah menolak berkas yang ia bawa dan mengatakan bahwa tidak berlaku mulai 1 Januari 2014.

“Kata petugas, peraturan sekarang tidak bisa pakai Jamkesmas ibu dari anak saya. Mau bagaimana lagi kami ini. Kami dari jauh, tak punya apa-apa,” imbuh warga yang tinggal di Nekang, Kecamatan Langke Rembong, Ruteng ini. (Satria)

Baca Juga :  Aksi FPI Tolak Ahok, 2 Polisi Luka Parah Dibawa ke RSCM

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button