Home / Sport / Angkut 100 lembar seng milik warga, Pol PP bakal dipolisikan

Angkut 100 lembar seng milik warga, Pol PP bakal dipolisikan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Gaby Mboeik

 

Moral-politik.com : Gaby Mboeik, warga Rt/29, Rw/09 Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, akan melaporkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang ke pihak Polda NTT. Niat itu disebabkan lantaran pihak Pol PP ditudingnya telah melakukan pencurian Seng sebanyak 100 lembar pada lokasi pembangunan diatas lahan  miliknya.

“Apa yang dilakukan merupakan tindakan pencurian karena sebagai pemilik lahan dan barang, saya tidak pernah mendapat  peringatan atau pun surat dari pemerintah Kota Kupang. Saya membeli tanah ini disertai dengan bukti-bukti yang lengkap, sehingga pemerintah seharusnya memberitahu saya jika mau melakukan pembongkaran dan pengangkutan material yang ada,” Kata Mboeik kepada moral-politik.com, di kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Senin (20/1/2014).

Menurut Mboeik, tindakan dari Pihak Pol PP tidak bisa diterima, karena sebagai bagian dari pemerintah yang tugasnya melayani rakyat.

Tindakan seperti ini, lanjut dia,  hanya dilakukan oleh pencuri yang datang secara diam-diam dan mengambil barang milik orang tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selain itu, yang disesalkan adalah pengambilan alat pertukangan milik para tukang yang sedang mengerjakan rumahnya.

“Para tukang itu tidak tahu masalah tapi kenapa peralatan mereka juga dibawa. Para tukang bahkan dimarahi dan diancam oleh pihak Pol PP, sehingga mereka yang rata-rata berasal dari Kabupaten TTU itu, tidak bernai melawan dan memilih diam,” kata Mboeik.

Atas perbuatan itu, ujar Mboeik, dirinya akan membawa masalah ini ke ranah hukum untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, Jery Amsikan tukang yang mengerjakan rumah milik Gaby Mboeik mengaku, sedih karena peralatan pertukangan dibawa oleh pihak Pol PP. Alat pertukangan itu merupakan alat kerja yang digunakan untuk mencari hidup. Namun kalau sudah disita dirinya tidak tahu harus mencari uang dimana untuk membeli lagi alat-alat itu.

Baca Juga :  Estono Adi : Realisasi KUR BRI Kupang Capai Rp 41 Miliar

“Kami datang dari Kefa dengan uang pas-pasan untuk bekerja mencari uang di Kota Kupang. Namun, kalau peralatan kami di sita, bagaimana kami akan mencari uang lagi. Kami berharap peralatan kami segera dikembalikan agar kami bisa mencari uang lagi,” tutur Amsikan, berharap. (nyongki)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button