Home / Sport / Aniaya warga, oknum polisi diadukan ke Polda NTT

Aniaya warga, oknum polisi diadukan ke Polda NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

31

 

Moral-poitik.com : Dediyanto Loinati (23), warga Saekase, Tilong, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, harus menderita luka-luka, memar, dan pembengkakan di sebagian tubuh dan wajahnya, akibat dianiaya oknum penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kupang.

Dediyanto mengalami tindak kekerasan, saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pembunuhan Elkana Konis, warga RT/11-RW/08 Dusun V, Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, yang tewas terbunuh oleh senjata api yang diduga organik, pada 24 Desember 2013 lalu.

Dediyanto yang didampingi kuasa hukumnya, Thomy da Costa, melaporkan kasus ini ke pihak Ombudsman Perwakilan NTT, Selasa, (21/1/2014)  dan Polda NTT. Dalam keterangannya, korban yang diterima Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, mengaku dianiaya hingga pingsan saat diperiksa.

“Saya sempat pingsan dua kali, karena terus dianiaya selama pemeriksaan. Selama penahanan, saya juga tidak diberi makan,” katanya.

Selain itu, Dedi juga dipaksa agar mengaku, seolah-olah turut dalam kasus pembunuhan tersebut, serta mengetahui kepemilikan senjata api organik pada beberapa oknum warga Saekase. Akibat terus dianiaya, Dedi mengaku terpaksa menuruti desakaan oknum penyidik yang memeriksanya, untuk mengaku turut dalam kegiatan perburuan rusa hingga menewaskan Elkana.

“Karena tidak kuat lagi kena pukul, saya terpaksa ikut saja permintaan penyidik itu,” jelasnya.

Atas pengakuan secara terpaksa itu, Dedi pun langsung ditetapkan penyidik sebagai tersangka. Namun anehnya, dia akhirnya dilepas lagi dengan alasan tidak cukup bukti.

Thomy da Costa, selaku kuasa hukum Dedi, kepada Moral-politik.com, Selasa (21/1/2014) di Pengadilan Tipikor Kupang menegaskan, sangat menyayangkan tindakan oknum penyidik terhadap kliennya.

“Tindakan pemanggilan secara paksa itu dilakukan bila klien saya mangkir. Ini kan tidak demikian. Klien saya selalu penuhi panggilan penyidik untuk diperiksa. Kenapa kok dianiaya seperti ini,” ujar Thomy.

Baca Juga :  Harga Bawang di Kota Kupang Mulai Normal

Kasus itu juga, kata dia, telah dilaporkan ke Polda NTT untuk ditindak lanjuti mengenai sikap dari pada oknum polisi tersebut. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button