Home / Sport / Antrian panjang di Bank TTS

Antrian panjang di Bank TTS

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

ilustrasi

 

 

 

Moral-politik.com : Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Nusa Tenggara Timur terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat baik nasabah maupun masyarakat umum.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Bank NTT Cabang Soe, Beny Pellu saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/1).

Beny mengatakan hal itu menjawab wartawan soal antrian warga di kantor bank itu beberapa waktu lalu saat dilakukan pencairan dana beasiswa BSM bagi masyarakat di wilayah itu.

Beny menjelaskan, antrian warga di penghujung tahun 2013 tersebut bukan dikarenakan pihakanya tidak memberikan pelayanan yang baik, tetapi lebih disebabkan karena administrasi yang disiapkan penerima dana itu tidak lengkap.

Persoalan itu kata Beny, menyulitkan pihaknya saat dilakukan pencairan dana. Sebab menurutnya, dana tersebut dapat dicairkan bila administrasi yang disiapkan penerima lengkap.

“Data yang dimiliki siswa penerima dana itu tidak lengkap sehingga pencairan dana itu alami hambatan. Dana itu memang miliki mereka namun baru dapat dicairkan ke penerima bila persyaratannya lengkap. Jadi benar bahwa ada antrian, tetapi antrian itu bukan kami sengajakan tetapi karena persyaratan yang mereka siapkan minim,” terangnya.

Dikatakannya, sebagai bank pembangunan daerah pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pemerintah mefasilitasi warga penerima bantuan menyiapkan seluruh pesryaratan.

Menurutnya, hal itu dimaksudkan agar proses pencairan dana tersebut dapat dilakukan dengan cepat.

“Tahun lalu ada beberapa jenis dana pusat yang harus kami cairkan ke penerima. Kalau persyaratan yang di bawa tidak lengkap maka proses pencairannya terhambat tetapi kami intens berkoordinasi dengan Pemda sehingga pencairannya dapat tuntas,” terangnya.

Ditambahkannya, pencairan dana beasiswa tahun 2013 lalu sudah dicairkan seluruh ke penerima bantuan.

Baca Juga :  Target Sekolah Diturunkan, Pemerintah Bersiap Jalankan Kurikulum 2013

“Meski ada hambatan berkaitan dengan kelengkapan administrasi yang disiapkan penerima tetapi berkat kerjasama dengan Pemda TTS, dana-dana itu telah dicairkan ke rekening masing-masing penerima,” terangnya.

Menghindari terjadinya persoalan yang sama, kedepannya Pemkab TTS melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga TTS diharapkannya supaya mempersiapkan data secara lengkap sehingga proses pencairan ke penerima dapat berjalan lancar dan cepat.

“Yang pastinya antara Pemda TTS dan kami dari Bank NTT terus berkoordinasi sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan,” katanya.

Pernah diberitakan, Kepala Bank Nusa Tenggara Timur Cabang Timor Tengah Selatan, Benny Pellu mengaku kesal dengan ulah Pemerintah Kabupaten TTS yang tidak berkoordinasi dan menginformasikan penyaluran dana Bantuan Langsung Siswa Miskin (BLSM) dengan pihaknya.

Hal ini diungkapkannya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (27/12) siang.

Menurutnya, sikap Pemkab TTS yang terkesan apatis dengan pihak bank dalam penyaluran bantuan ke warga cukup menyulitkan pihaknya saat menyalurkan bantuan tersebut.

“Pemerintah daerah sepertinya apatis dalam menginformasikan semua bantuan yang berhubungan dengan keuangan.Kalau ada koordinasi yang baik akan cukup membantu  kami dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pemerintah semestinya membangun kerjasama yang dengan pihak bank agar dalam penyalulran bantuan ke warga tidak dimanfatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dimana ada partai dan oknum tertentu yang mengklaim bahwa bantun ini merupakan darinya.

“Ada isu yang berkembang bahwa pihak sekolah atau siswa yang datang wajib membawa stiker dari parpol tertentu, untuk hal seperti itu kami tidak mungkin layani karena sepengatahuan kita ini murni bantuan dari pemerintah puast bukan dari pihak tertentu,” terangnya.

Untuk itu seluruh warga penerima BSM maupun pihak sekolah di TTS dihimbaunya agar berkoordi nasi dengan pihaknya terlebih dahulu  khususnya yang berkaitan dengan proses verifikasi data.

Baca Juga :  Kepala RSUD Ba’a : PTT Dinkes Rote Ndao tak mampu

Menurutnya hal itu dimaksudkan  agar dalam proses pencairan dana-dana bantuan tidak menimbulkan konflik dan administrasi amburadul.

“Jadi dengan pengalaman seperti ini, agar hal yang sama tidak terulang kembali hanya persoalan yang kecil,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button