Home / Populer / “Apa untungnya Anas diperlakukan demikian?”

“Apa untungnya Anas diperlakukan demikian?”

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

Moral-politik.com : Anas kembali menunjukkan sosoknya yang brilian dan sekaligus tak mudah ditaklukkan begitu saja oleh KPK ataupun mereka yang berada di “belakang-belakang”.

Dengan tidak memenuhi surat kedua dari KPK untuk diperiksa, suka tidak suka, dia sedang bermain watak sekaligus penciptaan opini soal dirinya dan soal politik lainnya.

Taruhlah ini revolusi Gaya Anas, dia sedang mendayung perahu untuk satu atau dua pulau terlampaui. Buktinya, dia selalu menyebut sesuatu tentang Susilo Bambang Yudhoyono yang disapanya dengan Pak SBY. Caranya menyapa juga sekaligus menunjukkan kecerdasannya, bahwa dia pandai memilah mana posisi SBY sebagai Presiden, Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, sebagai kepala keluarga, sebagai tokoh masyarakat, dan mungkin juga sebagai Bapak Bangsa.

Apa sesungguhnya yang sedang dilirik dari mengangkat nama Pak SBY? Kita patut simak sejenak pernyataan Anas berikut ini :

“Pasti ingat ada pidato politik dan hukum Pak SBY yang sangat monumental dari Jeddah. Dari Tanah Yang Mulia, beliau meminta kepada KPK untuk segera mengambil kesimpulan yang konklusif. Kalau salah ya salah, kalau tidak salah ya saya ingin tahu kenapa tidak salah. Kira-kira begitu lah,” kata Anas, saat memberikan keterangan pers di kediamanya Duren Sawit, Jakarta Timur Jumat (10/1/2014), Anas sempat menyebut pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jeddah Senin (4/1/2013) setahun silam.

Tak jelas maksud Ketua Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu kembali membahas pidato SBY. Menurutnya tidak pernah ada pernyataan SBY yang sefenomenal itu terkait kasus hukum.

“Yang saya tahu, belum pernah Pak SBY bikin statement hal yang sama kepada kasus-kasus yang lain. Tentu itu bermakna spesial buat saya. Karena waktu itu beliau adalah Ketua Dewan pembina, Majelis Tinggi, Dewan kehormatan,” katanya.

Baca Juga :  Ketua MK minta maaf atas kebijakan pengamanan

Anas yang biasanya enggan berspekulasi menduga, situasi Partai Demokrat menjadi latar belakang SBY ikut campur kepentingan Partai Demokrat.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengatakan, setelah kunjungan kenegaraan ia akan melakukan ibadah umrah. Doa khusus akan dipanjatkan, meminta petunjuk terkait kisruh partainya.

“Saya akan memohon petunjuk Allah agar saya dituntun mengambil keputusan yang baik. Menyelamatkan Partai Demokrat tentu solusi yang akan saya pilih. Nanti tentu benar-benar rasional. Semua itu bisa terlaksana setelah mendapat ridho dari Allah,” ujar Yudhoyono di Jeddah, Senin (4/1/2013).

SBY berjanji akan segera memberikan keputusan.”Jika sudah selesai ibadah, saya akan berikan pernyataan. Saya akan lihat nanti yang paling baik seperti apa,” kata Yudhoyono lagi.

Yudhoyono menambahkan, yang dibutuhkan Partai Demokrat saat ini adalah solusi dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkan merosotnya dukungan partai menjadi 8 persen.

Selain itu, Presiden juga memohon kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelesaikan kasus korupsi secara konklusif. “Apa yang dilakukan oleh sejumlah kader Demokrat itu, kalau salah ya kami terima memang salah. Kalau tidak salah maka kami juga ingin tahu kalau itu tidak salah,” kata dia.

“Termasuk Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbanigrum, yang juga diperiksa dan dicitrakan publik secara luas di tanah air sebagai bersalah atau terlibat dalam korupsi,” tambahnya.

Nah, jika saya harus menarik simpulan dari semua pernyataan Anas, maka hanya satu poin yang ada dalam benak saya, yaitu “Apa untungnya dari perlakuan terhadap dirinya dan isterinya itu, kalau kenyataannya nanti elektabilitas Partai Demokrat semakin melemah?” (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button