Home / Populer / Apakah Gita sedang menyindir pimpinan Parpol pusat dan daerah?

Apakah Gita sedang menyindir pimpinan Parpol pusat dan daerah?

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

 

 

Moral-politik.com : Mantan menteri perdagangan Gita Wirjawan telah menorehkan sejarah baru dalam era berdemokrasi di negeri Pancasila ini.

Sepanjang perjalanan peradaban berdemokrasi, para politisi lebih cenderung dilengserkan ketimbang melengserkan diri walau jelas-jelas telah melanggar hukum.

Itu makanya keputusan salah satu kandidat Capres dari Partai Demokrat itu dipandang sebagai sebuah pembelajaran politik bagi mereka yang kini masuk dalam bursa Capres-Cawapres agar lebih berkonsentrasi meraup simpati, sekaligus tidak menghalau lajunya roda kepemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Apakah dengan mundurnya Gita dapat dianalogkan sebagai sebuah penyindiran politik kepada mereka yang merangkap jabatan di pemerintahan dan Partai Politik?

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, bahkan menilai sikap Gita seharusnya dilakukan pula oleh para pejabat publik yang juga memiliki jabatan politik.

Mundurnya Gita sekaligus dianggap sebagai sindiran kepada para menteri hingga Presiden yang sibuk mengurus partai masing-masing.

“Dia (Gita) ini hanya ikut konvensi saja, tapi sudah putuskan mundur, sedangkan banyak ketua umum partai, para menteri, hingga Presiden yang kinerjanya biasa-biasa saja, sering kali tidak peduli. Mereka tetap urus partainya,” ujar Hendrawan saat dihubungi, Jumat (31/1/2014), lansir Kompas.com.

Saat ini, mulai dari Presiden hingga para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II adalah ketua umum partai. Misalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Ketua Umum Partai Demokrat.

Berikutnya adalah Menteri Agama Suryadharma Alie yang merupakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Di luar itu, ada pula Menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga ikut dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat seperti Gita. Menurut Hendrawan, para pejabat publik yang rangkap jabatan ini lebih baik mengikuti langkah Gita.

Baca Juga :  Tangis Airin usai jenguk Wawan "mancing" berjuta tanya

“Rasanya lebih arif langkah Gita untuk diikuti. Menterinya saja mundur, evaluasi untuk yang lain,” katanya.

Simpatik sekali pandangan si tokoh PDIP yang satu ini. Tapi lebih elok lagi jika dirinya mengatakan bahwa pengunduran diri dari jabatan kepartaian juga dilakukan oleh para gubernur dan wakilnya, walikota dan wakil, serta bupati dan wakilnya.

Sebab itu juga perangkapan jabatan yang menyebabkan mereka tidak fokus pada pekerjaan, dan lebih banyak menerapkan kebijakan strategis politis partanya dari pada regulasi kepegawaian yang sudah standar. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button