Home / Sport / Aparat Desa Netenaen Polisikan Kades

Aparat Desa Netenaen Polisikan Kades

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

 

Moral politik.com : Aparat Desa Netenaen memolisikan Penjabat Kepala Desa Netenaen Polce S A Ndolu ke Polres Rote Ndao atas dugaan penggelapan dana tunjangan aparat di desa tersebut.

Hal ini diungkapkan Kaur Pembangunan Desa Netenaen, Nikolas Balu kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (18/1/2014).

Menurutnya, pihaknya nekat melaporkan Kaepala Desa Netenaen karena diduga kuat, yang bersangkutan menggelapkan tunjangan RT, RW, Kepala Dusun dan Kaur di desa itu senilai Rp.30.400.000 Tahun Anggaran 2013 lalu yang bersumber dari ADD.

Pihaknya mengetahui adanya pencairan tunjangan untuk aparat di desa itu dari salah seorang ketua RT di desa tersebut, Esaul Balu yang memberitahukan bahwa pada 24 Desember 2013 telah dilakukan pembayaran tunjangan aparat desa di kediaman Bendahara Desa, Daniel Ndolu.

Sesuai data yang dihimpun Ketua RT tersebut lanjutnya, terdapat sembilan orang RT yakni Dominggus Fanggi, Kristofel Feoh, Dominggus Pah, Dominggus Ambi, Joni Lesik, Polce Modok, Dominggus Modok, Johanis Mbau, Bio Ndolu, lima orang RW yaitu Laasar Mbau, Adrianus Balu, Jefta Daud Lolo, Ari Sae, Daniel Lolo, satu orang kepala Dusun yakni Markus Dethan dan satu orang Kaur Desa yaitu Nikolas Balu yang mendapatkan tunjangan.

Sesuai alokasi anggaran lanjutnya, setiap RT mendapat alokasi Rp1,6 juta, RW sebesar Rp1,8 juta, Kepala Dusun sebesar Rp2,1 juta  dan Kaur desa sebesar Rp4,8 juta.

Ironisnya sebut dia, hingga saat ini dana tunjangan tersebut belum dibagikan ke pihaknya.“Sampai saat ini kami belum menerima tunjangan sebagai aparat Desa,” ungkapnya.

Atas dasar itu, lanjut dia, pihaknya telah melaporkan dugaan penggelapan tunjangan yang dilakukan penjabat Kepala Desa Netenaen ke Polres Rote Ndao pada Minggu (27/12) lalu.

Baca Juga :  Kekurangan pengawas lapangan di Molo Utara

“Sebelum melaporkan ini ke polisi, pada tanggal 27 Desember kami menemui Kepala Desa mempertanyakan alasan tidak diberi tunjangan, tetapi dia menjawab bahwa yang tidak menerima tunjangan karena sudah diberhentikan. Kami tanyakan belum ada SK untuk memberhentikan kami dari aparat desa, dia beralasan kurang dana untuk penggandaan SK,” ungkapnya.

Padahal kata dia, hingga saat ini pihaknya masih mengantongi SK sebagai perangkat desa dan belum diberhentikan. “Sampai saat ini kami masih mengantongi SK. Atas dasar ini, kami langsung melaporkan yang bersangkutan ke Polisi. Sesuai informasi yang kami dapatkan bahwa dia sudah dipanggil dua kali ke Polisi tetapi dia tidak pernah memenuhi panggilan,” katanya.

Ditambahkannya, selain menggelapkan tunjangan aparat desa Netenaen, Kades Netenaen Polce S. A. Ndolu, juga melaksanakan kegiatan pembangunan di desa yang didanai melalui ADD, dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan aparat desa dan Badan Perwakilan Desa.

“Setelah dia terpilih menjadi Kepala Desa, dia tidak transparan dalam mengelola ADD. Dia buat perencanaan sendiri ADD kemudian BPD hanya meminta tandatangan atas ADD yang ditetapkannya sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Netenaen, Polce S A Ndolu, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi wartawan. (lima)

Pencarian Terkait:

  • desa netenaen

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button