Home / Gosip / Audisi Menulis Buku di Manggarai Barat

Audisi Menulis Buku di Manggarai Barat

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

DISADARI bahwa kaum muda (pelajar, mahasiswa dan elemen muda lain) merupakan aset terbaik bangsa. Dalam konteks Manggarai Barat (Mabar), kaum muda memiliki posisi penting dan peran strategis. Selain sebagai tulang punggung pembangunan, kaum muda juga sejatinya adalah elemen intelektual yang bercibaku dengan berbagai ide, gagasan, pemikiran dan dinamika.

Dalam konteks perubahan, kaum muda sejatinya bukan sekadar agen perubahan tapi pengendali utama perubahan. Demikian juga dalam konteks kepemimpinan, kaum mudalah satu-satunya elemen yang punya peluang besar menjadi pemimpin di masa depan.

Mabar merupakan salah satu kabupaten baru dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sebagai kaum muda, tentu tak ada ruang bagi pesimisme dalam merangkai pembangunan dan perubahan Mabar ke arah yang lebih baik dan maju. Dengan begitu, kaum muda mesti menyempatkan diri untuk berpikir, berbicara sekaligus bertindak.

Kapasitas sebagai pengendali utama perubahan sekaligus kapasitas kepemimpinan dapat diperoleh dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan mengkonstruksi basis intelektual. Dalam pengertian, kaum muda Mabar mesti mematangkan sekaligus menyolidkan gagasannya secara bijak, santun namun tetap kritis juga memasa depan (futuristik).

Disadari bahwa kaum muda Mabar baik yang sudah berada di Mabar maupun yang masih merantau di luar Mabar sangat banyak. Mereka tentu bukan sekadar banyak dari segi jumlah, tapi juga memiliki cita-cita, impian, ide, gagasan dan pemikiran bagi kemajuan dan pembangunan Mabar ke depan yang sama banyaknya. Titik temu dari berbagai keragaman dan fragmentasi adalah gagasan (intelektual).

Nah, jika saja berbagai potensi tersebut dimatangkan dan dikonsolidasikan dalam satu kemasan intelektual, maka kebangkitan Mabar bukan sekadar mimpi. Kelak ia akan menjadi kenyataan, sebab kaum muda masih bersedia memberi sesuatu yang mereka miliki bagi Mabar. Mereka masih memiliki rasa cinta kepada Tanah Dading mereka; Tanah Manggarai Barat, Tanah Momangge.

Baca Juga :  Menanti akrobatik politik Bacapres Golkar ARB

Untuk itu, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beberapa kaum muda Mabar yang lain—tentu saja lebih kompeten—yang saya banggakan, termasuk para tetua Mabar—tentu juga lebih berpengalaman dan matang—yang saya hormati, saya (Syamsudin Kadir di Jakarta) dan beberapa teman (Saudara Boe Berkalana di Makasar, Saudara Mansur Amriatul di Semarang dan Saudara Sumardi di Labuan Bajo-Mabar) melalui media sosial (facebook) beberapa waktu lalu menginisiasi satu perlombaan (lomba) dengan keterangan sebagai berikut: Nama Lomba : Audisi Menulis Buku Tema : Izinkan Kami Menata Tanah Manggarai Barat Pelaksanaan : 16-30 Desember 2013 Rencana Buku : Izinkan Kami Menata Tanah Manggarai Barat “Gagasan Kaum Muda Mabar” Penerbit : Mitra Pemuda Indonesia (Jawa Barat) Ukuran : 14×20 A5 dengan tebal disesuaikan dengan naskah pemenang Syarat Kepesertaan: 1. Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda Mabar baik yang di Mabar maupun yang masih merantau (bekerja, kuliah, mengajar, bisnis dll-nya) di luar Mabar dengan batas usia tak dibatas.

Dengan pemahaman bahwa pemuda sejatinya tidak sekadar hitungan umur, tapi juga ide, semangat, optimisme, mimpi besar dan bertindak. 2. Bersedia menyebarkan informasi audisi ini ke kaum muda Mabar semampunya, diupayakan minimal 10 orang (tapi ini bukan syarat naskah diterima atau tidak ya) Syarat Naskah/Tulisan 1. Judul bebas asal tetap mengacu atau tidak berseberangan dengan tema dan semangat audisi 2. Isi atau materi tulisan bebas.

Silahkan memilih materi sesuai selera seperti tentang politik, sosial, budaya, pariwisata, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kepemimpinan, kepemudaan, keperempuanan, kebijakan publik, anggaran dan serupanya. 3. Tulisan minimal 4 halaman, maksimal 5 halaman (semuanya dalam ukuran A4 dengan spasi 1,5; dengan marjin 3, 3, 3, 3) 4. Tulisan belum pernah dimuat di media apapun, baik buku, surat kabar, blog atau media serupa seperti twitter, facebook dan sebagainya. 5. Tulisan tidak mengarah kepada pelanggaran hukum dan norma yang berlaku, serta tidak bermuatan SARA, kebencian dan permusuhan. 6. Merupakan karya asli penulis, bukan saduran atau copy paste karya orang lain. 7. Diupayakan untuk mencantum referensi semampunya 8. Peserta boleh mengirimkan tulisan maksimal 3 judul tulisan. 9. Mencantumkan profil singkat yang layak dipublikasi seperti: foto, nama lengkap, nama panggilan, TTL, aktivitas saat ini (kuliah, kerja dll-nya) di mana, nomor HP dan email yang aktif. 10. Naskah dikirim ke e-Mail: [email protected] dalam bentuk microsoft word (bukan PDF) dan bukan didinding e-mail dengan format: nama penulis, tempat penulis tinggal sekarang, judul tulisan (contoh format pengiriman: Syamsudin Kadir—Jakarta—Mabar Menanti Era Baru) 11. Pasca tulisan dikirim ke e-mail panitia, pemilik tulisan segera menginformasikan ke panitia audisi: 085 220 910 532. (Misal: Saya sudah mengirim tulisan ke email panitia audisi dengan judul tulisan “Bangkitlah Pemuda!”. Terima kasih. Boe Kelana di Makasar, asal Mata Wae, Sano Nggoang Mabar) 12. Batas waktu pengumpulan tulisan adalah Rabu, 30 Desember 2013 pukul 24.00 WIB (yang lain disesuaikan) Juri, Hadiah Audisi dan Bedah Buku 1. Juri audisi ini akan menggunakan tenaga dan jasa dari kalangan profesional (penulis, editor, wartawan) 2. Keputusan juri terkait kemenangan audisi bersifat final 3. Setiap peserta yang mengirimkan tulisan (dan tulisannya masuk kategori tulisan yang akan dibukukan) mendapat sertifikat/piagam penghargaan sekaligus 1 buku setelah naskah diterbitkan menjadi buku 4. Pemenang dapat menghadiri seminar sekaligus lounching (bedah perdana) buku hasil audisi ini di tempat yang akan ditentukan kemudian oleh panitia dengan berbagai pertimbangan. 5. Lounching buku diupayakan akan menghadirkan perwakilan unsur pemerintahan, tokoh muda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan unsur-unsur lain di Mabar sebagai undangan. 6. Pembedah adalah kontributor tulisan (atau perwakilan) dengan panelis dari tokoh yang mumpuni seperti akademisi, pemerhati kepemudaan, pemerhati Mabar dan lain-lain (maksimal 3 panelis) Informasi Kepanitiaan FB : Syamsudin Kadir e-Mail : [email protected] Blog : akarsejarah.wordpress.com HP : 085220910532 (Syamsudin Kadir) Tak ada gading yang tak retak, begitu sebuah ungkapan bijak mengingatkan. Sebagai panitia, kami tentu tak luput dari salah dan khilaf sekaligus kelemahan. Untuk itu, atas nama panitia saya mengharapkan masukan, kritikan dan gagasan dari kaum muda (dan tetua) Mabar di mana pun kini berada, agar niat ini bisa berjalan lebih baik dan sempurna.

Baca Juga :  Ciri wanita paling 'Drama Queen' berdasarkan zodiak

Demikian audisi ini diumumkan, semoga ia terkategorisasi sebagai amal baik dalam membangun dan menatap masa depan Mabar. Semangat kita semua sama: mencintai Mabar dengan cara sederhana, dari hal-hal kecil. Selama kita mau mencari titik temu, maka tak ada yang tak mungkin kita lakukan, semuanya mungkin. Semoga Tanah Momangge masih ada dalam ingatan kita!

Jakarta, 15 Desember 2013, Panitia Audisi Menulis Buku, Syamsudin Kadir, Ketua

Pencarian Terkait:

  • arti momangge

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button