Home / Sport / Bantuan lemari di TTS tanpa buku

Bantuan lemari di TTS tanpa buku

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

ilustrasi

 

 

Moral-politik.com :  Peristiwa memilukan menimpa murid-murid SDN Ba’Amfaun, Desa Manikin, Kecamatan Noemuti Timur. Mengapa tidak, salah satu sekolah terpencil di TTU, mendapat jatah bantuan belasan almari perpustakaan dari Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga (PPO) TTU, tapi tidak dilengkapi satu pun buku penunjang.

Pantauan wartawan, Senin (06/01) nampak bantuan meubeler berupa belasan almari perpustakaan tersimpan rapi di salah satu ruang tanpa dilengkapi buku panduan mengajar, pengayaan ataupun sejenis buku lainnya. Bahkan ruang tempat lemari itu berfungsi ganda  sebagai ruang guru, ruang kepala sekolah juga ruang perpustakaan. Bantuan sarana penunjang pendidikan tidak diketahui jelas tahun realisasi bantuan itu termasuk sumber dan pagu anggarannya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Usapi Ba’Amfaun, Mikhael H. Opat, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (6/1) mengaku dirinya tidak mengetahui jelas bantuan sarana penunjang mutu pendidikan. Kepsek Opat baru bertugas di sekolah itu pada September 2013 lalu, sehingga asal muasal bantuan pemerintah tidak diketahuinya, dikatakan saat serahterima jabatan sebagai kepala sekolah, sang kepala sekolah yang lama sempat menjelaskan kalau almari itu merupakan bantuan dari Dinas PPO Kabupaten dan saat penyerahan tidak dilengkapi buku-buku bacaan.

“Lemari perpustakaan itu sudah ada sebelum saya disini. Waktu serah terima jabatan sempat saya tanyakan isi lemari itu tapi katanya hanya dapat bantuan lemari saja dan tidak ada buku,” jelasnya

Mikhael, mengaku karena sekolah tersebut ketiadaan ruang termasuk gedung perpustakaan sehingga lemari perpustakaan terpaksa ditempatkan disalah satu ruang yang berfungsi untuk ruang kepala sekolah dan ruang guru.

Mestinya bantuan lemari perpustakaan, menurut Opat perlu  dilengkapi sarana penunjang yakni gedung dan sarana buku-buku sehingga bisa difungsikan para siswa termasuk juga guru-guru. Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu para siswa, para guru di wajibkan untuk menyediakan buku refrensi mengajar dengan cara swadaya. Meski demikian, masih saja terjadi kekurangan sarana buku referensi, sebab jumlah guru PNS hanya 4 orang dan dibantu beberapa guru komite, sehingga dipahami kondisi absensinya disekolah.

Baca Juga :  Terkait Tower 5.1, Komisi B Gelar Pertemuan dengan Warga Fatukoa

“Kita disini kekurangan guru sehingga dibantu tenaga guru komite tapi karena penghasilannya kecil sehingga kadang absen tapi kita maklumi saja. Kita memang kesulitan guru kalau bisa ada tambahan guru disini,” tandasnya

Cuma tahu, para guru yang sebelumnya mengabdi di SDN Usapi Ba’Amfaun, tentu mengetahui jelas asal muasal bantuan sarana pelengkap lemari tersebut tapi media ini tidak berhasil menkonfirmasi para guru sebab waktu bersamaan sedang berkunjung ke Kabupaten untuk urusan Dinas. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button