Home / DPRD Kota Kupang / Banyak persoalan di Kota Kupang yang wajib diperhatikan

Banyak persoalan di Kota Kupang yang wajib diperhatikan

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

Moral-politik.com : Masalah di Kota Kupang masih cukup banyak yang perlu perhatian semua pihak, baik itu pemerintah maupun masyarakat kota. Salah satunya masalah genangan air  yang sering terjadi di kota ini saat musim penghujan .

“Masalah genangan air yang sering melanda kota ini, memang diakui secara teknis telah dilakukan berbagai langka penanganan oleh instnasi teknis, terutama bagi pelaksana kegiatan, namun kadang-kadang pelaksana kegiatan dalam hal kontraktor yang dipercayakan mendapat pekerjaan tersebut mengerjakan tidak sesuai perencanaan sehingga masih banyak persoalan yang terjadi di kota ini,” kata Anggota DPRD Kota Kupang, Kardinand Kalilena kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat  (17/01/2014).

Menurutnya, masalah genangan air di kota ini banyak pekerjaan yang diberikan kepada kontraktor seperti pekerjaan  infrastruktur jalan oleh pelaksana kegiatan asal-asalan sehingga jelasnya genangan masih terus terjadi. Namun masalah seperti ini tentunya jangan menjadi tanggungjawab pemerintah hanya karena sistim pelaksanaan proyek, tetapi ini menjadi tanggung jawab bersama.

Ia mencontohkan, hal ini terbukti seperti di Jalan WJ Lalamentik depan Hotel Romyta dan di depan Hotel  Charvita, dimana ada orang menbendung air dipinggiran jalan sehingga air tidak  melewati lingkungan rumahnya, maka tentunya air tersebut semuanya tertampung dan menjadi genangan ditepi jalan tersebut, maka akan mempengaruhi terjadi kemacetan lalu lintas bagai kendaraan yang melintas diwilayah tersebut.

“Air hujan yang yang mengalir ini sifatnya hanya sesaat saat hujan berhenti maka air tersebut juga sudah kering.Untuk  itu masyarakat juga harus  bisa membuat saluran kecil yang melewati disamping rumahnya sehingga air tersebut bisa mengalir,dan tidak terbendung,” katanya.

Ia mengaku, terkadang masyarakat banyak yang menganggap bahwa telah membayar pajak, maka semua proyek infranstruktur yang telah dibangun tidak perlu dirawat atau dijaga, tetapi menganggap perbaikannya nanti tunggu pelaksanaan proyek berikutnya. Hal ini yang perlu ada kesadaran dari semua pihak guna menjaga seluruh infranstruktur yang telah dibangun. (nyongky)

Baca Juga :  Keterwakilan perempuan meningkat di DPRD Kota Kupang

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button