Home / Populer / Boni Hargens : Anas sindir Abraham Samad terlibat Permainan SBY

Boni Hargens : Anas sindir Abraham Samad terlibat Permainan SBY

Bagikan Halaman ini

Share Button

20

 

 

Moral-politik.com : Baru pertama kali terjadi dalam perjalanan dunia hukum, dimana seorang tersangka hendak ditahan oleh aparat penegak hukum (termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK), ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua KPK Abraham Samad.

Lazimnya, tersangka akan mencak-mencak, malah kalau tak kuasa membendung emosinya, maka ia membuka semua tabir yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Realitas itu telah mendorong Boni Hargens, pengamat politik UI untuk mengungkapkan pendapat atau hasil analisisnya.

Seperti diketahui, Pidato Anas Urbaningrum saat ditahan KPK pada Jumat, 10 (1/2014), adalah kelanjutan pidato politiknya saat menjadi tersangka kasus Hambalang dan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) pada 23 Februari 2013 lalu. Sebenarnya pesan kalimat itu adalah Anas ingin menyampaikan ke publik bahwa Abraham Samad terbukti terlibat dalam permainan politik.

“Dia mau mengatakan, kalau di sini ada permainan dan terbukti, maka Abraham Samad lah yang bertanggung jawab kalau ada kepentingan politik di dalamnya,” kata Boni Hargens, pengamat politik UI, lansir rimanews.com.

Saat mundur dari PD, Anas mengatakan penetapan tersangka pada dirinya oleh KPK tak terlepas dari beberapa peristiwa politik sebelumnya, termasuk bocornya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dan pidato politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut pengamat politik Universitas Indonesia, Boni Hargens, ucapan terima kasih Anas kepada penyidik KPK saat dilakukan penahanan pada Jumat itu, bermaksud mempertanyakan dasar keputusan penyidik KPK melakukan penahanan kepada dirinya.

“Dia berterima kasih kepada KPK itu, dia ingin mengatakan, bahwa ini sebuah keputusan yang harus dipertanyakan,” ujar Boni di kantor Kompas Tv, Jakarta, Sabtu (11/1/2014) malam.

Dalam pengamatan Boni, Anas menyebutkan nama Ketua KPK, Abraham Samad, sebagai orang yang menandatangani surat penahanannya, juga bukan tanpa maksud dan tujuan.

Baca Juga :  BPN : Pemkab Rote Ndao salah gunakan tanah

Sebenarnya pesan kalimat itu adalah Anas ingin menyampaikan ke publik bahwa Abraham Samad terbukti terlibat dalam permainan politik.

“Dia mau mengatakan, kalau di sini ada permainan dan terbukti, maka Abraham Samad lah yang bertanggung jawab kalau ada kepentingan politik di dalamnya,” kata Boni.

Hmmm, sungguh kah? (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button