Home / Sport / Cuaca buruk di NTT, harga ikan tinggi

Cuaca buruk di NTT, harga ikan tinggi

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

Moral-politik.com :  Cuaca buruk yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari  terakhir ini menyebabkan sejumlah nelayan enggan melaut, akibatnya harga ikan pun melambung tinggi.

Harga ikan mengalami kenaikan antara 60-100 persen. Di Pasar Ikan Penfui, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa,  Kota Kupang, misalnya, harga ikan kombong yang biasanya dijual dengan Rp 20 ribu per 10 ekor, naik menjadi Rp 50 ribu. Sama halnya dengan ikan tongkol dan cakalang dari biasanya di jual Rp 30 ribu menjadi Rp 75 ribu per ekor.

Man, salah seorang pedagang ikan, kepada Moral-politik.com, Jumat (17/1/2014) mengatakan, cuaca buruk yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan, sehingga pedagang kesulitan mendapatkan ikan segar.

“Kami sulit dapatkan ikan segar, karena banyak nelayan yang tidak melaut,” katanya.

Ikan yang dijual di pasaran,kata dia, kebanyakan adalah ikan hasil tangkapan sebelumnya yang masih tersimpan di lemari pendingin.

“Rata-rata ikan yang dijual, sisa dari tangkapan sebelumnya,” katanya.

Harga ikan akan kembali normal, cuaca mulai membaik dan nelayan sudah kembali melaut. Nelayan di Kupang lebih memilih menambatkan perahunya di bibir pantai untuk menghindari gelombang yang melanda perairan NTT.

Badan Meterologi Klas IIA Kupang telah mengeluarkan himbauan agar nelayan tidak melaut, karena cuaca memburuk sepekan kedepan. (richo)

Baca Juga :  Kasus Perpipaan di Semau, Kejari Kupang Tunggu Hasil Audit BPKP NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button