Home / Sport / Cuaca buruk, nelayan Pepela enggan melaut

Cuaca buruk, nelayan Pepela enggan melaut

Bagikan Halaman ini

Share Button

9ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Semenjak cuaca ekstrim melanda wilayah perairan Nusa Tenggara Timur termasuk di sekitar Pulau Rote, nelayan tradisional yang bermukim di Dusun Pepela Kelurahan Londalusi, Kecamatan Rote Timur selama dua pekan terakhir tidak melaut.

Hal ini diungkapkan salah seorang nelayan asal Pepela, Hanir kepada wartawan di kediamannya, Kamis (23/1/2014).

“Sudah dua minggu kami tidak melaut, karena angin begitu kencang dan gelombang sangat tinggi. Kalau kondisi terus menerus seperti ini maka ikan juga sulit didapat,” jelas Hanir.

Selama musim angin berlangsung, kata Hanir, terpaksa menambatkan perahunya di darat, sambil menunggu cuaca membaik, dirinya memperbaiki perahunya agar nanti digunakan saat kondisi sudah memungkinkan untuk kembali melaut.

“Kalau paksakan melaut bias membahayakan keselamatan kami. Kalaupun melaut menggunakan perahu kecil kemungkinan hasilnya juga sangat tipis, tapi terkadang nyawa kita jadi taruhannya sehingga kami istrahat dan memperbaiki perahu,” terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Imran, nelayan lainnya mengatakan, selama musim angin berlangsung pihaknya terpaksa beralih profesi untuk menafkahi keluarga.

“Kami cari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga. Saya lebih memilih membantu istri membuat kue untuk dijual. Saya lakukan ini agar bisa menyambung hidup. Meskipun hasilnya tidak besar namun dapat membantu kebutuhan sehari-hari terutama selama musim seperti ini, apalagi kehlian kita hanyalah melaut jadi yah.. ini adalah satu satunya pekerjaan yang bisa membantu kami,” ujarnya.

Pantauan wartawan, di perkampungan nelayan Pepela, puluhan perahu milik nelayan tertambat rapi di sekitar pesisir pantai. Untuk mengisi kekosongan sambil menunggu cuaca membaik, sejumlah nelayan mengisi waktu dengan membetulkan jaring, memperbaiki mesin kapal, dan perahu.

Untuk diketahui, selama musim angin berlangsung, pasokan ikan di Kabupaten Rote Ndao terus menipis dan harga ikan kering alami kenaikan mencapai Rp50 ribub per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram. (lima)

Baca Juga :  Hostinger ajak memulai 2014 dengan diskon 50%

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button