Home / Sport / Curah hujan minim, Petani ‘Rote Ndao’ Merana

Curah hujan minim, Petani ‘Rote Ndao’ Merana

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

Moral-politik.com : Minimnya curah hujan menyebabkan padi milik warga yang telah ditanam pada areal persawahan Ngelak, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Laut, dan Desa Meoain, Kecamatan Rote Barat Daya, terancam mati.

Salah seorang petani asal Desa Oebafok, Thobias Dami yang ditemui wartawan di kediamannya di RT.09/RW.12, Kelurahan Busalanga, Kecamatan Rote Barat Laut mengatakan, pihaknya baru menanam sepekan.

“Benih padi baru tumbuh tetapi mati lagi karena tidak ada hujan. Kami sebagai petani tidak bisa berbuat banyak, kami pasrah dan berdoa saja. Kami sudah sangat rugi mulai dari pengelolahan lahan hingga biaya penanaman  bibit sampai pemeliharaannya,” keluhnya.

Bila nanti hujan tetap tidak mengguyur, pihaknya kuatirkan akan terjadi bencana kelaparan bagi para petani yang beraktivitas di lokasi tersebut.

Menghindari terjadinya persoalan yang sama, pihaknya berharap agar kedepannya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyediakan embung di sekitar lokasi tersebut sehingga dapat menampung air hujan.

“Kami hanya harapkan agar kedepannya pemerintah bangun embung untuk mengairi persawahan di sini yakni Desa Oebafok dan Desa Meoain. Embung itu penting untuk mengantisipasi minimnya curah hujan,” katanya.

Ditambahkannya, akibat kekeringan yang  melanda wilayah itu, banyak petani di lokasi itu yang belum menggarap lahannya.

“Masih banyak petani yang belum garap lahannya karena tidak ada air,” ujarnya.

Baca Juga :  Rote Ndao Miliki 25 Ribu Ha Hutan Produksi

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button