Home / Sport / Dalam bui, Anggota DPRD TTS ini sadar

Dalam bui, Anggota DPRD TTS ini sadar

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

 

Moral-politik.com : Tak banyak yang menyangka bahwa tindakan ataupun perbuatan seseorang akan mengancam nyawa orang lain dalam kondisi dan situasi yang kejadiannya sulit untuk ditebak.

Apapun alasanya, bahwa perbuatan yang mengancam keselamatan orang lain seperti pembunuhan, penganiayan berat maupun ringan, serta bentuk tindak pidana lainnya, semua kita sepakat bahwa perbuatan tersebut adalah keji, nista, rendah dan pelakunya wajib mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Tapi juga tidak bisa dipungkiri bahwa perbuatan seseorang disebabkan oleh alasan-alasan tertentu yang mendorong perlakuan tindak pidana terjadi.

Adalah Maxi Lian alias Cungka,  terdakwa kasus penganiayaan terhadap korban Semi Wohangara karyawan Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe, yang diduga kuat piutang adalah sebagai penyebabnya, hingga mengantarkan anggota DPRD TTS ini ke jeruji besi. Maxi Lian wajib mempertanggungjawabkan semua perbuatannya secara hukum.

Ditemui wartawan ini di sel milik Pengadilan Negeri Soe usai menjalani sidang lanjutan kasusnya, Kamis (16/1) mengisahkan, dirinya tidak pernah berniat untuk melakukan perbuatan tersebut.

“Saya sedikitpun tidak punya niat untuk melakukan tindakan tersebut, tapi sudahlah, semuanya sudah terjadi dan saya mengakui salah, saya mohon ampun kepada Tuhan dan meminta maaf kepada keluarga Wohangara, Bisinlasi dan semua keluarga yang telah merasa sakit hati akibat perbuatan saya, saya mohon dimaafkan,“ kata Maxi.

Ketika ditanya tentang tuntutan dari Jaksa Penuntut umum selama 4 (empat) tahun penjara, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pengacaranya unuk melakukan pembelaan.

“saya serahkan sepenuhnya kepada pembela untuk melakukan yang terbaik untuk saya dan bagi semua pihak yang telah saya sakiti,” jelas Maxi.

Kepada Majelis Hakim dirinya berharap agar memutuskan perkaranya dengan sebaik-baiknya agar diterima semua pihak.

Baca Juga :  Komite HAM PBB Periksa Catatan HAM Indonesia

“Saya berharap agar  Bapa-bapa Majelis hakim memutuskan yang terbaik agar diterima semua pihak. Dan sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Wohangara dan Bisinlasi, sudih kiranya agar saya dimaafkan, karena saya adalah manusia biasa yang penuh dengan kekurang,” harapnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button