Home / Opini / Dan surat cinta Athiyah kandas di aturan KPK

Dan surat cinta Athiyah kandas di aturan KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button

16

 

 

Moral-politik.com : Ketika Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum harus menjalani masa tahanan di Rutan KPK, maka dia harus menaati aturan main yang berlaku di Rutan.

Sebagai pria sejati, bisa diyakini bahwa Anas bisa mengatasi situasi terburuk macam apapun. Tapi belahan jiwanya Athiyah, siapa yang bisa menduka relung-relung hati terdalamnya?

Kini aturan main di Rutan bilang bahwa Anas hanya boleh menerima kiriman barang pada hari kerja, Senin sampai Jumat.

Yang jadi soal, ketika sepucuk surat cinta Athiyah yang dititipkan melalui kerabat Anas, Yulianto Wahyudin, tak bisa diterima oleh Anas.

Tentu saja bukan hanya bikin Athiyah kesal, tapi juga Anas yang merindu khabar terkini dari Athiyah.

Seperti diketahui, Yulianto datang membawa serta surat titipan dari Athiyah, sepucuk surat dalam amplop tak dilem. “Ini surat terbuka, isinya pun terbuka. Suratnya terbuka, tidak dilem, tidak dilipat,” tutur Yulianto, lansir Kompas.com.

Menurutnya, surat dari Athiyah untuk Anas tersebut berisi permintaan izin Athiyah untuk pergi ke luar kota.

Sebagai istri, kata Yulianto, Athiyah merasa wajib meminta izin kepada suaminya jika ingin bepergian. “Karena istrinya izin untuk menemui bapaknya, sebagai istrinya, kan harus izin suami,” tutur Yulianto. Selain itu, lanjut Yulianto, istri Anas ingin mengetahui kondisi terakhir Anas dan ingin mengirimkan makanan untuknya.

Yulianto berharap pula pimpinan KPK mengizinkan Anas menerima surat dari keluarga atau kerabat meski di luar jam kerja KPK. “Ini kan minimal, saya kirim surat, titipkan, sampaikan, lalu dijawab Mas Anas, jawab baik-baik saja, ini kan minimal keluarga lega,” katanya.

Yulianto yang mengenal Anas di Jawa Timur sejak 2005 ini mengaku membawa serta sejumlah buku, makanan, dan alat kelengkapan mandi untuk Anas.

Baca Juga :  Opini: Jembatan Pancasila Palmerah dan Pukuafu hebohkan dunia

Sebelumnya diberitakan, KPK menahan Anas di Rutan KPK pada Jumat (10/1/2014). Anas ditahan di basement Gedung KPK sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, tidak ada fasilitas khusus yang disediakan untuk Anas di dalam sel. Satu sel yang ditempati Anas seorang tersebut, menurut Johan, hanya dilengkapi tempat tidur, meja kecil, dan tanpa pendingin ruangan.

Ya, kalaupun secarik surat tak kesampaian, tapi hati bisa saling menyapa. Kendati jauh, cinta bisa menembus jutaan gedung pencakar langit di Jakarta…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button