Home / Populer / Demokrat pasang badan pengaruhi KPK terkait Ibas?

Demokrat pasang badan pengaruhi KPK terkait Ibas?

Bagikan Halaman ini

Share Button

29

 

 

Jakarta, Moral-politik.com : Arus tekanan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrat  Edhie Baskoro Yudhoyono semakin kencang.

Terakhir dengan ditetapkannya mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka, lalu ditahan di Rutan, maka para pengamat mulai menduga bahwa Anas akan membeberkan apa yang diketahuinya, tentu dilandasi data-data tertulis, bukan hanya dengan pernyataan “katanya”.

Bukan rahasia lagi bahwa nama Ibas kerap disebut-sebut, namun sampai saat ini, KPK juga belum memeriksanya.

Terkait dengan itu Wakil Seketaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadan Pohan, menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti keterlibatan Ibas terlibat dalam kasus Hambalang.

“Kalau disebut, seperti apa? Kalau disebut apakah itu dijadikan barang bukti? Kalau saya bilang ya nggak,” kata Ramadan di Hotel Morrissay, Jakarta, Selasa 14 Januari 2014, lansir Viva.co.id.

Apalagi, kata dia, juru bicara KPK, Johan Budi juga menegaskan bahwa tak ada satupun pemeriksaan di KPK ditunda hanya karena ada faktor politis. Sehingga, jika Ibas benar-benar terlibat, maka KPK pasti akan memeriksa.

“Saya kira itu porsi KPK, lebih baik dijawab KPK. Kami nggak tahu, dan secara politik Mas Ibas sudah jelaskan tidak ada (terlibat kasus Hambalang),” kata dia.

Lalu bagaimana jika KPK memanggil Ibas? “Soal masalah penegakkan hukum itu diserahkan kepada KPK, bukan diserahkan kepada pemerintah,” ujar Ramadan.

Sebelumnya, Yulianis, mantan wakil direktur keuangan PT Anugerah Nusantara mengungkapkan adanya aliran dana Grup Permai senilai US$200 ribu ke Ibas saat kongres Partai Demokrat pada Mei 2010 di Bandung.

“Benar, uang US$200 ribu kepada Ibas itu terkait kongres (Partai Demokrat) di Bandung. Saya yakin,” kata Yulianis di Pengadilan Tipikor, Jakarta

Baca Juga :  Ini kinerja KPK tahun 2013 : masih tebang pilih kasus?

Sayangnya, Yulianis tidak menjelaskan lebih lanjut maksud pemberian uang kepada Ibas. Apakah uang tersebut masuk ke dalam uang pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tahun 2010. “Yang pasti Grup Permai tidak pernah mengeluarkan uang buat mengamankan proyek Hambalang,” ujarnya.

Menurutnya semua catatan dan data komputer keuangan Grup Permai sudah disita KPK.

Sebelumnya, Ibas telah membantah telah menerima aliran dana proyek pembangunan sarana olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat. “Tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Ini seperti lagu lama yang diulang-ulang. Saya yakin 1.000 persen kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut dalam kasus belakangan ini.”

Spekulasi soal keterlibatan Ibas dalam aliran dana Hambalang sudah lama menyeruak. Isu ini pertama kali muncul tahun 2011 ketika mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, disidang oleh dewan kehormatan Partai Demokrat sebelum ia menjadi buron KPK.

Dalam sidang itu, Nazaruddin mengatakan Ibas pernah menerima uang dari dirinya. Setelah sempat tenggelam, isu ini kembali muncul ketika mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan secara implisit ia bersedia mengungkap isi dialog antara Amir Syamsuddin dan Nazaruddin dalam sidang dewan kehormatan Partai Demokrat.

Jadi atau tidak Anas mengungkap, lalu KPK memanggil Ibas, sepertinya itu takkan terjadi hingga medio 2014 ini…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button