Home / Populer / Diduga bangkai di Kejari Kefamenanu sebagai “guna-guna”

Diduga bangkai di Kejari Kefamenanu sebagai “guna-guna”

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 
Moral-politik.com : Warga Kota Sari Kefamenanu dikejutkan dengan bangkai ternak anjing dan ayam yang tergeletak di halaman Kejaksaan Negeri Kefamenanu. Diduga bangkai itu adalah guna-guna untuk mendinginkan pihak Kejari Kefamenanu yang gencar menangani sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT)

Bangkai busuk yang ditemukan di halaman Kantor Kejari Kefamenanu, Rabu (08/1) sekira pukul 05.30 Witta subuh tersebut, ternyata bangkai seekor anjing kecil warna abu- abu gelap,bukan hanya itu ada juga seekor ayam betina warna hitam.

Bangkai anjing dan ayam diduga kuat digunakan untuk “guna-guna” penegak hukum Kejari Kefamenanu yang sementara gencar membongkar kasus korupsi di TTU.

Pantauan wartawan, bangkai ditemukan dalam bungkusan kresek warna hitam didalam karung terigu warna putih. Bangkai tersebut awalnya ditemukan Ose Lake, staf Kejari Kefamenanu. Nampak penemuan bangkai anjing dan ayam dalam kondisi mati  leher digorok, terdapat darah segar.

Kepada wartawan, saksi mata Ose Lake menuturkan saat tiba dihalaman Kejari Kefamenanu, untuk melakukan pembersihan.Saat tiba,dirinya sontak kaget ketika tiba di pintu gerbang, tiba- tiba kaget melihat karung warna putih terikat tali rafia dalam kondisi berlumuran darah segar.

“Saya kaget saat dipintu gerbang tiba- tiba saya lihat karung putih di halaman kantor.Darah penuhi karung saya langsung lapor  ke petugas piket Kejari,” kisah Ose Lake.

Dia menambahkan kondisi lidah anjing  menjulur ke luar. Penemuan bangkai menyita perhatian warga kota sari Kefamenanu.

Berselang sesaat, tim Polres TTU dipimpin Kasat Serse, Iptu Hadi Handoko bersama anggota Sabhara, tiba dilokasi untuk melakukan olah TKP saat itupun mengevakuasi karung berisi bangkai anjing dan ayam ke Mapolres TTU untuk diidentifikasi lebih lanjut.S aat itu Wakapolres TTU Kompol Dede Rochmana dan Kabag Humas Iptu Sefnat S. Y. Tefa turun menyaksikan peristiwa itu.

Baca Juga :  Presiden SBY bantu pengungsi Gunung Sinabung

Sementara Kepala Kejari Kefamenanu, Dedie Tri Haryadi kepada wartawan menegaskan pihaknya tak menggubris aksi teror bangkai ternak. Menurut Dedie upaya teror hanya sekedar untuk mengganggu kinerja Kejari dalam pemberantasan korupsi.

“Ya kita tidak gentar dengan aksi ini, penuntasan korupsi di TTU harus dibersihkan,siapa saja yang terlibat tentu kita harus proses,” tegas Dedie. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button