Home / Populer / Diduga Bank NTT dan PT Agro Ade Industri bersekongkol

Diduga Bank NTT dan PT Agro Ade Industri bersekongkol

Bagikan Halaman ini

Share Button

ms1

Moral-politik.com :  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Mangihut Sinaga ketika ditemui Moral-politik.com, Senin (20/1/2014) yang lalu menyatakan, pihak PT Agro Ade Industri yang paling bertanggungjawab terkait kasus kredit macet yang berindikasi korupsi di Bank NTT Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Pasalnya, pihak perusahaanlah yang merekrut dan membuat gabungan kelompo tani.

“Perusahaan merekrut gapakton yang kebanyakan berasal dari karyawan perusahaan tersebut. Selanjutnya karyawan itu merekrut keluarga dekat untuk diberikan namanya guna pembentukan gapoktan,” ujarnya.

Tentang perkembangan, kata dia,  penanganan kasus dugaan kasus kredit fiktif senilai Rp 2,6 miliar di Bank NTT Cabang Waingapu. Penjelasan itu disampaikan setelah tim Kejari Waingapu memaparkan laporan hasil perkembangan penyidikannya di Kejati NTT pekan lalu.

Setelah  terbentuk gapoktan tersebut, lanjutnya, mereka mengajukan kredit ke Bank NTT. Saat itu ada program pinjaman lunak bagi petani untuk pengembangan usaha pertanian. Kondisi itu dimanfaatkan PT Agro Ade Industri mengajukan kredit ke Bank NTT.

Setelah pengajuan kredit diterima, katanya,  52 kelompok tani itu membuka rekening di bank. Namun uang yang masuk tidak pernah diterima petani. Kemudian dibuat surat kuasa dari petani untuk pengambilan uang diserahkan PT Agro Ade Industri.

Mangihut menyatakan pihak Bank juga turut bertanggungjawab manakala ditemukan bukti kelalaian bank yang tidak mengecek kondisi gapoktan. Bisa jadi kedua belah pihak diduga melakukan persekongkolan atau tipu muslihat untuk bersama-sama memanfaatkan dana tersebut.

Prosedur pembentukan gapoktan sendiri, lanjutnya, juga tidak benar. Pasalnya, bila PT Agro Ade Industri mengajukan agunan seperti tanah dan aset lainnya maka proses kreditnya akan memakan waktu. Sementara dengan kredit menggunakan gapoktan dapat berlangsung cepat dan tanpa agunan.

Tentang pengembalian uang yang dilakukan PT Agro Ade Industri ke Bank NTT, Mangihut menegaskan, pengembalian uang tidak menghapus tindak pidana. Apalagi pengembalian uang itu dilakukan setelah kasus ini naik ke tingkat penyidikan. (richo)

Baca Juga :  Potret Derita Pemulung pada Upacara Hardiknas di NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button