Home / Sport / Dikuatirkan, kawasan Pantai Nemberala bakal dicaplok pihak asing

Dikuatirkan, kawasan Pantai Nemberala bakal dicaplok pihak asing

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

Moral-politik.com : Tak dapat dipungkiri sektor pariwisata memiliki kontribusi cukup signifikan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kedua hal ini akan terwujud apabila ada perhatian serius dari pemerintah dalam mengelola sektor pariwisata secara baik. Hal itu tentu akan membuka peluang banyaknya investasi.

Di Kabupaten Rote Ndao misalnya, diketahui publik bahwa di wilayah ini terdapat sejumlah lokasi wisata seperti lokasi wisata Nemberala, Bo’a, Batu Termanu dan Tangga 300 serta potensi wisata lainnya yang telah mendunia.

Bahkan dilokasi wisata Nemberala dan Boa’a misalnya, telah banyak dibeli pihak asing dan membangun di atasnya.

Pantauan wartawan di lokasi wisata Nemberala belum lama ini, bangunan milik para turis asal sejumlah negara, berdempetan di kawasan wisata pantai nemberala, Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao yang menutup akses masyarakat ke pantai.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, banyak tanah milik warga di sepanjang pesisir lokasi wisata Nemberala di beli sejumlah wisatawan asing untuk bangun hotel, penginapan dan motel.

Hal itu setidaknya, menyebabkan akses publik menuju lokasi wisata yang telah mendunia tersebut semakin kecil. Sebab secara sepihak, para wisatawan yang telah membeli lahan itu terkesan mensteril akses menuju lokasi wisata.

Terhadap persoalan itu, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao Yakob Malelak saat berbicang dengan wartawan, Rabu (29/1/2014) mengatakan, pentupan areal wisata tersebut merupakan salah satu upaya pencaplokan hak publik untuk menjangkau objek wisata.

Lebih lanjut politisi asal Partai Gerakan Indonesia Raya itu mengatakan, lokasi wisata di Kabupaten rote Ndao cukup banyak, sehingga diperlukan adanya partisipasi dari seluruh pihak untuk menjadikan Kabupaten Rote Ndao sebagai daerah tujuan wisata setelah Bali.

Baca Juga :  Imigran Asal Timur Tengah Ditahan Polres Kupang Kota

“Sektor pariwisata di Kabupaten Rote Ndao bisa dijadikan sebagai ikon, sehingga perlu ada pengelolaan secara baik dan menjadi bagian dari perencanaan untuk penataan sektor pariwisata,” ujarnya.

Selain itu, tambah dia, perlu ada penyiapan infrastruktur maupun sarana penunjang lainnya menuju lokasi wisata sehingga memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya.

“Kalau ada perhatian, semestinya perlu ada penyiapan infrastruktur maupun subfrastruktur yang baik untuk menunjang Kabupaten Rote Ndao sebagai daerah tujuan wisata setelah Bali. Kalau pariwisata di kelola secara baik, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dia berharap, ada ketegasan pemerintah untuk menertibkan lahan yang ada di sekitar lokasi wisata. Hal itu dikatakannya menyusul banyaknya lahan di sekitar lokasi tersebut menjadi milik asing.

“Lahan di lokasi wisata semestinya diambil alih oleh pemerintah untuk mengelolahnya. Pengamatan saya di lokasi wisata Nemberala dan Bo’a, banyak lahan di sana dibeli dan telah didirikan bangunan di atasnya. Sesuai pengamatan saya, tanah di sekitar kawasan lokasi Pariwisata Pantai Kuta Bali adalah milik Pemerintah daerah, dalam pengelolaannya berkontribusi bagi PAD. Di Nemberala, Pemda sepertinya tidak bisa berbuat banyak sebab banyak menjadi milik asing,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button