Home / Sains / Dinyatakan tewas bunuh diri, 15 jam kemudian hidup lagi

Dinyatakan tewas bunuh diri, 15 jam kemudian hidup lagi

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

 

Moral-politik.com : Dunia sains masih terkejut jika tiba-tiba seseorang yang telah dinyatakan meninggal oleh dokter yang berwenang, tapi selang empat jam kemudian hidup kembali.

Peristiwa yang baru saja terjadi ini malah dalam waktu dinyatakan meninggal yang jauh lebih lama, yaitu selama 15 jam.

Bagaimana jadinya jika dua jam dinyatakan meninggal lalu dimandikan, dan diformalin dan dosis tinggi? Tentu akan jadi pergunjingan hebat jika tiba-tiba sang jenazah itu hidup lagi.

Ini peristiwa yang jauh lebih heboh lagi, terjadi di Kota Naivasha, Kenya. Hujan deras mengguyur Kota Naivasha, Kenya malam itu, kilat menyambar, disusul suara guntur yang menggelegar. Sebagian kota, termasuk kawasan di mana Rumah Sakit Distrik Naivasha berada, bahkan gelap gulita akibat mati lampu. Para staf RS berusaha keras menyalakan generator.

Tangisan pertama bayi yang baru lahir, atau suara seorang pria yang menghembuskan nafas terakhir, membuat dada pasien dan para staf berdebar kencang. Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, listrik kembali menyala. Namun, kejutan yang bikin jatung copot menanti.

Tubuh telanjang Paul Mutora Karanja yang terbaring kaku di kamar jenazah, ditutup seliput tipis dan tua, tiba-tiba bangkit. Tepat 15 jam setelah dinyatakan meninggal dunia, pemuda 24 tahun itu bangun dan mendapati dirinya dikelilingi jasad — salah satunya pekerja konstruksi yang tewas mengenaskan ditabrak trailer.

Salah satu pekerja menceritakan, petugas kamar jenazah kala itu mendengar suara aneh dan mengeceknya.

“Awalnya dia pikir tikus, namun saat melewati salah satu jenazah, ia menjumpai gerakan,” kata dia seperti dimuat situs Standard Digital, lansir dari Liputan6.com.

Panik pun terjadi. Si petugas pria itu lari tunggang langgang. Pun dengan sejumlah rekannya. Namun, setelah episode kalang kabut mereda, seorang petugas perempuan memberanikan diri menyikap selimut salah satu ‘jenazah’.

Baca Juga :  Ini alasan kalender 2014 sama dengan 1997

Ia menemukan seorang pria telanjang, dengan satu tangan menutupi alat vitalnya, tangan lain ada di dada. Dalam kondisi hidup dan berujar, “Tempat apa ini? Kok dingin sekali.”

Paul Mutora mencoba bunuh diri dengan menelan insektisida. Ia dinyatakan meninggal pada Rabu malam lalu.

Kini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk menguak bagaimana seorang pria dinyatakan meninggal, namun tiba-tiba bangun lagi.

Kepala medis mengatakan obat yang digunakan untuk menghilangkan racun yang diberikan pada Paul berefek memperlambat detak jantung, yang mungkin telah menyebabkan kesalahan.

“Ini membuat tenaga medis bingung, tapi untung, korban berhasil diselamatkan sebelum dibalsem,” kata Dr Joseph Mburu, pejabat rumah sakit di barat laut Nairobi itu, seperti dikutip oleh surat kabar Standard Kenya, dan dilansir BBC, 10 Januari 2014.

Kaget juga dirasakan keluarga. “Kami sedang mempersiapkan pemakaman namun diberitahu ia masih hidup,” kata ayah Paul, James Karanja.

Pelajaran dari ‘Mati’ 15 Jam

Paul diketahui nekat menenggak racun setelah warga Desa Kamae itu bertengkar dengan ayahnya.

Menurut ayahnya, James Karanja ia mengutus putranya ke pasar terdekat untuk mengangkut beberapa produk pertanian menggunakan keranjang yang diikat ke keledai. Namun keranjang itu rusak. Ayah dan anak itu terlibat adu mulut.

Paul mengancam akan bunuh diri dan lalu menenggak insektisida. “Dia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, ” kata James.

Hidup kembali setelah mati selama 15 jam, Paul mengaku merasa bersalah. “Dari awal ini adalah kesalahanku. Saya meminta maaf kepada ayah, dan bersiap akan keluar rumah sakit untuk mengurus istri dan anakku,” kata dia.

Sementara, pihak rumah sakit mengatakan, Paul yang pernah memiliki catatan percobaan bunuh diri sebelumnya, pulih dengan baik dan segera dipulangkan dari RS. Semoga ia tak ingin bunuh diri lagi.

Baca Juga :  Survei LSI : Ahok Kalahkan Agus dan Anies

Setuju jika kasus ini diusut tuntas, dan dunia kedokteran pun harus membicarakan kembali tentang ciri-ciri orang yang benar-benar telah meninggal dunia, berapa jam boleh diformalin lalu dibawa pulang ke rumah. Sebab apapun alasannya, nyawa manusia jauh lebih penting dari segala-galanya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button