Home / Populer / Dosen diperlakukan diskriminatif dan tak adil

Dosen diperlakukan diskriminatif dan tak adil

Bagikan Halaman ini

Share Button

11

 
Jakarta, Moral-politik.com : Ketua Komite Petisi Dosen Indonesia (KPDI) Oscarius Yudhi Ari Wijaya, optimis kalau petisi untuk revisi Perpres 88/2013 yang sangat diskriminatif ini didukung oleh mayoritas dosen di Indonesia.

“Kami optimis petisi mendapat dukungan secara luas dan akan menembuh angka 10.000 pendukung. Petisi juga didukung oleh PPI luar negeri, seperti PPI Inggris Raya, PPI Turki, PPI Jepang dan PPI lainnya. Mereka telah
menyampaikan dukungannya terhadap petisi ini,” tegas Oscarius kepada Moral-politik.com melalui email, Selasa (21/1/2014).

Oscarius menuturkan, mereka akan tetap bersuara terhadap kebijakan yang diskriminatif ini.

“Kenapa Dosen di Kementerian/Lembaga lain tetap menerima remunerasi, padahal mereka juga mendapatkan tunjangan profesi (serdos). Bukankah pemerintah telah berlaku diskriminasi?” lanjut dia.

Selain diperlakukan diskriminatif, tegas dia, dosen juga menjadi korban kebijakan yang tidak adil perihal pemberian tunjangan fungsional dan tunjangan profesi (serdos) yang dihentikan disaat dosen sedang tugas belajar.

“Kenapa tunjangan fungsional dan serdos dihentikan ketika seorang dosen sedang tugas belajar? Bukankah tugas belajar amanah Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen? Bukankah tugas belajar salah satu
komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi? Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah melanggar UU No.14/2005,” pungkas dia. (fa)

Baca Juga :  Jokowi Turun Tangan, Truk Sampah DKI Bisa Melintasi Bekasi 24 Jam

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button