Home / Opini / Elektabilitas Jokowi itu semu, hasil rekayasa ahli dari AS?

Elektabilitas Jokowi itu semu, hasil rekayasa ahli dari AS?

Stan Greenberg. (foto: guim.co.uk)

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

 

MORAL POLITIK : Tidak ada kebenaran absolut atau hakiki di dunia ini. Kebenaran yang sering kita ungkapkan adalah kesepakatan manusia biasa, atau hasil perekayasaan.

Teori kebenaran sendiri secara ekstrim tidak memaksakan kehendaknya untuk manusia harus percaya tentang sesuatu, terpulang kepada perspektif atau sudut pandangan mana kita melihat tentang kebenaran itu.

Sepanjang catatan saya, sedikitnya terdapat sebelas Teori Kebenaran yang beranjak dari perspektif sang penemu teori.

Menyanding Teori Kebenaran di atas dengan pengakuan anyer dari Stanley Bernard ‘Stan’ Greenberg, konsultan politik, pollster, ahli strategi pemenangan pemilu – pilpres nomor wahid di dunia, bahwa demi mendorong popularitas Gubernur DKI Jakarta sampai ke titik tertinggi, segala cara dilakukannya.

Bahkan dikatakan sangat terbukti selama ini dirinya bertindak sebagai ‘sutradara atau otak’ di balik rekayasa pencitraan dan melambungnya popularitas Jokowi selama dua tahun terakhir.

Dengan berdalih menampilkan hasil penelitiannya,  lansir asatunews.com, Stan Greenberg, Ketua Korps Demokrat  Amerika Serikat (AS), sahabat karib konglomerat Indonesia James Riady yang keduanya juga adalah anggota elit Arkansas Connection, sebuah organisasi yang sangat berpengaruh di AS, berusaha menipu menipu publik Indonesia dengan mempromosikan Jokowi berkedok hasil penelitian lembaga penelitiannya.

Stan Greenberg mengatakan elektabilitas Jokowi medio September 2013 adalah sebesar 68 %, sedangkan PDIP meraih elektabilitas 28 %. Greenberg seolah – olah mendapatkan kesimpulan penelitian, bahwa  alasan responden memilih Jokowi adalah karena Jokowi tokoh yang jujur dan dapat dipercaya.

Menurut lembaga survei dan konsultan politik yang dikendalikan Partai Demokrat AS itu, posisi elektabilitas kedua tertinggi setelah Jokowi adalah Prabowo Subianto (PS) 15 % dan Aburizal Bakrie (ARB) 11 %.

Sedang elektablilitas parpol, setelah PDIP, disusul Golkar 18 %,  Gerindra dan Demokrat yang sama – sama raih 10%.

Baca Juga :  Nene Meliana Mau Pake CU Pi Kar Fri Dei

Prof Dr Iberamsyah, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) yang mengikuti presentasi tersebut beberapa bulan lalu,  mengatakan  hasil survei tidak terlalu mengagetkan, karena sudah tercermin dari hasil sejumlah lembaga survei selama ini. Ketika itu, posisi Stan Greenberg belum diketahui publik sebagai konsultan politik dan otak rekayasa popularitas dan elektabilitas palsu untuk Jokowi.

“Presentasi pekan lalu, tidak dilaksanakan secara terbuka, karena survey ini merupakan pesanan sebuah lembaga, bukan inisiatif Stan Greenberg,” ujar Iberamsyah pada akhir September 2013 lalu.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button