Home / Sport / Gara-gara utang, Ketua YPLP PT.PGRI dipolisikan

Gara-gara utang, Ketua YPLP PT.PGRI dipolisikan

Bagikan Halaman ini

Share Button

18

 

 
Nusa Tenggara Timur, Moral-politik.com :  Ketua YPLP PT. PGRI Provinsi NTT, SK, dilaporkan ke Polda NTT karena diduga tidak mengembalikan uang pinjaman senilai Rp 788.377.900.

SR dipolisikan setelah pihak Universitas PGRI berulang kali menyurati  SR , agar secepatnya mengembalikan pinjaman tersebut untuk kepentingan pertanggung jawaban Rektor periode 2011-2013. Rektor beranggapan, jika tidak dikembalikan, bakal berdampak pada perkembangan Universitas PGRI Kupang ke depan.

Disebutkan, sesuai hasil pelaporan penggunaan keuangan tahun 2010-2013, didapatkan pinjaman tersebut. Sementara itu, sesuai hasil verifikasi YPLP PGRI Pusat No: 0325/YPLP-PGRI/P/III/2011, tertanggal 3 Maret 2011, tentang temuan penyalagunaan keuangan pembangunan mahasiswa sebesar Rp 965.000.000, yang seharusnya diperuntukan bagi kelancaran pembangunan kampus kuliah, tetapi dipinjamkan Sulaiman kepada Susi Katipana selaku pihak ketiga, yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Akibat diberikannya uang sebesar Rp 965.000.000 kepada pihak ketiga, maka terjadi penghambatan di semua sektor pembangunan. Bahwa telah diberikan jangka waktu paling lambat 1 Desember 2011 untuk perihal tersebut, guna percepatan pembangunan kampus, dan apabila jangka waktu yang ditentukan tidak ada penyelesaian keuangan sebesar Rp 965.000.000 dari Susi Katipana kepada Ketua YPLP PT. PGRI NTT.

Sementara itu, sesuai dengan rekomendasi pengurus YPLP PGRI Pusat, disebutkan dana investasi usaha dana bantuan yang telah dibayarkan kepada Susi Katipana sejumlah Rp 840 Juta, agar secepatnya dibuat pernyataan pengakuan hutang tertulis bermaterai atau dinotariatkan.

Kabid Humas Polda NTT AKBP Okto Riwu kepada wartawan belum lama ini membenarkan adanya laporan itu. Dirinya  mengaku, hingga saat ini, penyidik Dit Reskrim Umum yang menangani kasus ini sedang melakukan penyelidikan dengan mendalami keterangan dari pelapor dan terlapor, termasuk sejumlah saksi. (richo)

Baca Juga :  Bengkel APPeK Gelar Kegiatan Tematic Workshop

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button