Home / Populer / Gencar tangani dugaan korupsi, Kejari Kefamenanu diteror?

Gencar tangani dugaan korupsi, Kejari Kefamenanu diteror?

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

 

 

Moral-politik.com : Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Selain itu, ada banyak kasus di kabupaten itu yang belum terungkap tuntas hingga penyelesain di meja pengadilan.

Gencarnya pihak Kejaksaan Negeri Kefamenanu dalam menangani sejumlah kasus korupsi dengan tanpa pandang bulu, beberapa kali menuai aksi teror.

Kini terbaru, Kejaksaan Negeri Kefamenanu mendapat teror, Rabu (8/1/2014) pagi, sekitar pukul 5.30 Wita pagi tadi.

Teror tersebut berupa kiriman sebuah karung putih berisi bangkai seekor anak anjing dan seekor ayam kecil yang masih dipenuhi darah segar.

Yoseph Lake, lansir Kompas.com, staf Kejari Kefamenanu yang pertama kali melihat bungkusan karung tersebut kepada sejumlah wartawan Rabu pagi mengatakan karung itu dilihatnya ketika pertama kali dia membuka pintu gerbang kantor.

“Pagi tadi saya buka pintu pagar, saya lihat karung putih ini sudah berada di sebelah selatan kantor kemudian saya periksa, saya lihat banyak darah yang masih segar berceceran dan di dalam karung ada anjing kecil warna kuning dan ayam kecil warna hitam yang lehernya nyaris terputus akibat digorok,” kata Yoseph.

Melihat itu, Yoseph kemudian melaporkan kepada pimpinan dan selanjutnya dilaporkan ke polisi. Tak lama kemudian, puluhan anggota polisi yang dipimpin oleh Kasat Serse Polres TTU Iptu Hadi Handoko datang ke lokasi.

Kepala Kejari Kefamenanu, Dedie Tri Haryadi kepada sejumlah wartawan mengaku tidak mengetahui persis tujuan barang tersebut disimpan di halaman depan kantor Kejari. “Kita hanya temukan bungkusan dalam karung yang berisi ayam dan anjing, sehingga kita kemudian lapor polisi. Ini kemungkinan ada maksud tertentu dari oknum yang tak bertanggung jawab untuk neneror kita karena saat ini kita sementara menangani banyak perkara korupsi di Kabupaten TTU. Keberadaan kami di sini mungkin tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu,” kata Dedie.

Baca Juga :  Polsek Kelapa Lima, Kupang Kota limpahkan berkas Kasus Pembunuhan Merri

Sementara itu, Kasatserse Polres TTU Iptu Hadi Handoko mengakatan masih melakukan oleh TKP. ”Sementara ini kita periksa saksi-saksi yang melihat pertama kemudian kita oleh TKP dulu,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti latar belakang aksi teror tersebut, dan apakah pihak kejaksaan akan terus gigih mengusut tuntas permasalahan dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah petinggi di sana, atau malah layu sebelum berkembang. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button