Home / Kaukus / Gugatan Yusril ke MK bakal menimbulkan masalah baru?

Gugatan Yusril ke MK bakal menimbulkan masalah baru?

Bagikan Halaman ini

Share Button

42

Moral-politik.com : Pemilu Legislatif sekitar 70 hari lagi, atau tepatnya 9 April mendatang. Segala persiapan telah dilaksanakan, kendati belum beres seratus persen.

Namun kini ramai diperbincangkan soal gugatan pakar hukum Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Konstitusi terkait judicial review Undang-Undang Pilpres No 42 Tahun 2008.

Melihat fenomena itu, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), M Afifuddin, memprediksi gugatan judicial review Undang-Undang Pilpres No 42 Tahun 2008 yang diajukan Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Konstitusi akan berujung pada win-win solution, atau saling menguntungkan.

“Keputusan MK kalau toh mengabulkan akan berujung pada win-win solution,” kata Afifuddin saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu 22 Januari 2014.

Melansir Viva.co.id, Afifuddin mengatakan, jika MK mengabulkan gugatan Yusril, yakni melaksanakan pemilu presiden dan legislatif digelar serentak maka bisa jadi itu akan dilakukan untuk pemilu 2019, bukan 2014. Menurutnya, bila MK memutuskan untuk dilaksanakan pada pemilu 2014, maka akan melahirkan persoalan baru bagi Komisi Pemilihan Umum.

“Kalau sekarang berat. Misalnya saja KPU harus menyesuaikan tahapan yang sudah dibuat, begitu juga anggaran pelaksanaan tahapan pemilu akan berubah total. Mungkin dikabulkan, tapi tidak diterapkan tahun ini,” ujarnya.

Disamping itu, KPU juga akan dibenturkan dengan sosialisasi pemilu dan peraturan KPU mengenai presidential threshold. Karena bila gugatan Yusril dikabulkan, dengan demikian 12 partai politik peserta pemilu berhak mengajukan calon presiden.

“Seharusnya, ruang diskursus angka presidential treshold dibuka dalam perdebatan RUU Pilpres. Sekarang ini yang muncul, opsinya selalu apakah PT dikurangi atau ditambah,” terangnya.

Apakah hukum mengenal aspek win-win solution? Kalau mengenal, sama saja dengan menimbulkan masalah baru, tapi menarik bagi catatan perjalanan hukum Indonesia.

Baca Juga :  MH Tipikor tolak eksepsi Andi Malarangeng

Kita menanti saja sidang tersebut…. (erny)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button