Home / Populer / Hasil survei : Tanpa Jokowi PDIP kalah dari Golkar

Hasil survei : Tanpa Jokowi PDIP kalah dari Golkar

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

ilustrasi

 

 

 

Moral-politik.com : Dari survei ke survei Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak tertandingi elektabilitas dan popularitasnya menjadi Presiden RI 2014-2019.

Terakhir, hasil survei dari Indo Barometer cukup mencengangkan. Bahwa Jokowi punya pengaruh besar terhadap PDIP yang mengusungnya jadi Walikota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta.

Malah ekstrimnya, Jokowi bisa meningkatkan elektabilitas PDIP hingga 35,8 persen. Akan tetapi jika PDIP tak mengusung Jokowi maka Golkar yang tampil sebagai juaranya.

“Dari hasil survei elektabilitas, PDIP tanpa ada faktor Jokowi sebesar 19,6 persen. Namun saat Jokowi menjadi capres partai, elektabilitas PDIP sebesar 35,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Kamis (9/1/2014), lansir Liputan6.com

Itu artinya, perolehan suara PDIP akan melonjak sekitar 8,2 persen apabila mengusung Jokowi sebagai capres. “Berdasarkan statistik, PDIP akan diuntungkan secara elektabilitas jika Jokowi menjadi capres,” jelas Qodari.

Jika PDIP mengusung Jokowi maka akan memperoleh 35,8 persen, kemudian Golkar 15,8 persen, Gerindra 7,9 persen, Demokrat 4,6 persen, PKB 3,8 persen, dan PAN 2,5 persen.

Namun apabila Jokowi tidak dicalonkan PDIP, maka Banteng Moncong Putih tersalip Golkar. Urutannya, Golkar 20,8 persen, PDIP 19,6 persen, Gerindra 7,5 persen, PKB 9,6 persen, Demokrat 5,8 persen, Hanura 3,3 persen, dan PAN 2,9 persen.

Survei itu juga menguji apabila Jokowi dicalonkan dari PAN dan berpasangan dengan Hatta Rajasa, maka elektabilitas partai berlambang matahari itu sebesar 7,5 persen. Sementara elektabilitas PDIP 20,8 persen, Golkar 16,7 persen, Gerindra 10,4 persen, PKB 5,4 persen, Hanura 4,2 persen, dan Demokrat, PAN, Nasdem masing-masing memperoleh 2,5 persen.

Survei ini dilakukan pada 5 hingga 15 Desember 2013. Jumlah responden 1.200 dari 34 provinsi di Indonesia. Responden berusia di atas 17 tahun dipilih dengan multistage random sampling. Sedangkan margin of error survei ini diperkirakan sekitar 3,0 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Kenapa Jokowi

Baca Juga :  Gunakan Narkoba, Ahok bakal tutup tempat hiburan malam

Ada 3 alasan ‘efek Jokowi’ dalam perpolitikan nasional. Pertama Jokowi adalah capres yang paling banyak di pilih. Kedua, Jokowi dikenal dan dianggap pantas jadi presiden di semua partai. Ketiga, Jokowi salah satu alasan orang memilih adalah suku dengan tokoh partainya.

Namun, jika pencalonan mantan Walikota Solo itu sebagai capres dilakukan setelah pemilihan legislatif, maka ‘efek Jokowi’ tidak akan banyak menaikkan suara PDIP. Sebab, para pemilih menganggap ada ketidakpastain pencalonan Jokowi sebagai capres PDI.

Berikut hasil survei Indo Barometer terkait elektabilitas partai peserta Pemilu 2014, jika PDIP mengusung Jokowi sebagai capres:

1. PDIP: 35,8 persen
2. Golkar: 15,8 persen
3. Gerindra: 7,9 persen
4. Partai Demokrat: 4,6 persen
5. PKB: 3,8 persen
6. PAN: 2,5 persen
7. Hanura: 2,5 persen
8. PPP: 1,7 persen
9. NasDem: 1,5 persen
10. PKS: 1,3 persen
11. PKPI: 0,8 persen
12. PBB: 0,0 persen
Suara Tidak Sah: 2,1 persen
Tidak menandai surat suara: 20,0 persen.

Sekarang terpulang kepada Megawati yang berkuasa di PDIP untuk menetapkan dirinya atau Jokowi, atau dirinya bersama Jokowi…. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button