Home / Populer / Ical merasa tak tersaingi, walau Survei Golkar dikalahkan Jokowi

Ical merasa tak tersaingi, walau Survei Golkar dikalahkan Jokowi

Bagikan Halaman ini

Share Button

4
Oleh Vincentcius Jeskial Boekan

 

 

Moral-politik.com : Partai Golkar melakukan survei internal untuk melihat elektabilitas dan popularitas para Calon Presiden 2014-2019.

Ironinya Bakal Calon (Balon) Presiden dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) mengungguli Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Hasil survei ini disampaikan secara singkat oleh Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Pusat Sharif Cicip Sutarjo saat memberikan sambutan di Rakornas I BKPP. Dalam survei tersebut, Jokowi menempati posisi pertama dengan elektabilitas 26% sedangkan Ical berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,4%.

Survei internal ini, lansir detik.com, digelar di 77 dapil pada Januari 2014 dan melibatkan 30.000 responden. Jumlah ini diklaim sebagai jumlah responden survei terbanyak di Indonesia. Sayang Cicip enggan menyebut lembaga survei yang disewa Golkar.

Berikut urutan calon presiden dan elektabilitas berdasarkan survei internal Golkar:
Joko Widodo: 26%
2. Aburizal Bakrie: 14,4%
3. Prabowo Subianto: 10%
4. Megawati Soekarnoputri: 6,9%
5. Wiranto: 6,6%.

Melihat Jokowi unggul cukup mencolok dari Ical (11,6%), tapi Ical pernah mengaku tak merasa tersaingi dengan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang diwacanakan sebagai capres di 2014 dari PDIP itu.

Seperti diketahui, Jokowi sempat diwacanakan menjadi cawapres mendampingi Ical. Mengingat, hingga saat ini Partai Golkar urung menentukan nama cawapres.

Ical tidak menampik maupun mengaminini wacana itu. Ia mengaku semua tokoh berpotensi mendampinginya di Pilpres nanti.

terlepas dari semua hal di atas, jika dilihat dari prosentase keunggulan Jokowi, lalu lawan-lawan politiknya tidak segera menemukan solusi untuk meningkatkan elektabilitasnya, dan apabila Megawati berkemauan baik untuk mencapreskan Jokowi, maka Gubernur DKI Jakarta itu takkan tersaingi.

Diprediksikan elektabilitas Jokowi akan semakin meroket paska banjir bisa teratasi, apalagi ketika Megawati secara resmi memutuskan Jokowi sebagai Capres PDIP.

Baca Juga :  Dubes RI di Ukraina segera merelokasi WNI ke Romania

Kendati begitu Pilpres tidak bisa berlangsung dalam satu putaran, karena Capres lain masih punya waktu untuk memantapkan taktik dan strateginya.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button