Home / DPRD Kota Kupang / Ijin Belajar tak keluar, 60 Guru mengadu ke DPRD

Ijin Belajar tak keluar, 60 Guru mengadu ke DPRD

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 
Moral-politik.com : Sebanyak 60 Guru di Lingkup Pemkot Kota Kupang, hari ini, Jumat (10/01/2014) mengadu ke DPRD Kota Kupang tentang nasib mereka yang tidak jelas pasca Ijin Belajar tidak dikeluarkan BKD. Pengaduan itu disampaikan dalam rapat bersama antara Gabungan Komisi DPRD Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang, yang dihadiri langsung oleh Walikota Kupang Jonas Salean, Jumat (10/01/2014).

Koordinator Yayasan Lovide Jedmire  Universitas Adibuana, Yosua dalam menyampaikan aspirasi kepada dewan mengatakan, kehadiran dirinya bersama para guru untuk bertemu dengan dewan ini berkaitan telah dilakukan MoU bersama Pemerintah Kota yakni  Walikota Kupang Daniel Adoe sebelumnya, dan langsung melakukan sosialisasi kepada guru sehingga para guru sudah banyak yang kuliah di Universitas Adibuana. Namun dalam perjalanan selama satu tahun, hingga saat belum juga mendapat ijin belajar dari Pemkot.

“Kehadiran Universitas Adibuana sesuai persyaratan harus bekerjasama dengan Pemda setempat dan itu sudah terlaksana dan bahkan sudah melakukan MoU bersama Pemkot yang pada waktu masa kepemimpinan bapak Daniel Adoe, dimana semua guru hadir bersama Kepala Dinas PPO sehingga langsung dilakukan sosialisasi secara resmi, dan dilakukan pendaftaran untuk melakukan perkulihan. Namun dalam perjalanan lalu Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam tanda kutip  mulai kebakaran jenggot, karena selama ini tidur padahal  kita memiliki ijin dari DIKTI, kemungkinan karena tuan rumah sehingga kami ditendang keluar dengan  tidak mengeluarkan ijin belajar dari Pemkot,” jelasnya.

Ia mengatakan,  para guru yang kuliah pada Adibuana sudah mau wisuda yakni sekitar bulan Maret. Jumlah guru yang kuliah ada sekitar 200 orang  lebih, namun terkendala pada persoalan ini, saat ini hanya  tinggal 60 orang saja dan mereka sudah siap wisuda, dan ada juga sarjana tetapi belum mendapatkan ijin belajar dari Pemkot. Maka itu berdasarkan alasan ini pihaknya bersama para guru mengadu ke dewan.

Baca Juga :  Dewan Kota segera bahas permintaan masyarakat soal pos polisi

“Melalui aspirasi yang disampaikan oleh kami, maka kami mengucapkan terima kasih kepada dewan guna dapat memperjuangkannya, karena demi nasib para guru yang merupakan warga kota,” pintanya.

Berkaitan hal itu, Ketua DPRD Kota Kupang Tellenmark Daud mengatakan, dewan sangat merespon dan akan siap mencari jalan keluar yang terbaik, yang tidak saling merugikan, karena prinsipnya apa yang disampaikan adalah soal masalah ijin belajar yang belum dikeluarkan oleh Pemkot, padahal itu salah satu persyaratan untuk diakui para guru oleh Kemendagri. (nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button