Home / Populer / ILMU : Ketua DPRD Matim tak cocok jadi wakil rakyat

ILMU : Ketua DPRD Matim tak cocok jadi wakil rakyat

Bagikan Halaman ini

Share Button

24

 

 

 

Moral-politik.com : Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Insan Lancang Muda (ILMU) Doni Parera mengatakan, merasa aneh lantaran ada seorang Pimpinan Dewan melarang wartawan meliput berita sebebasnya di wilayah Manggarai Timur (Matim).

“Sesuatu yang aneh, kenapa wartawan dilarang meliput berita? Ini menunjukkan jika DPRD Matim, terlibat dalam korupsi di Matim. Buktinya, ada ketakutan ketika korupsi diwartakan,” ungkap Doni kepada Moral-politik.com, Sabtu (18/1/2014).

“Tidak patut seorang yang harusnya bersama rakyat dan pada garda terdepan melawan pencurian uang rakyat, malah bertindak sebaliknya,” ujarnya.

Dikatankannya, sangat tidak layak seorang Pimpinan Dewan dalam sidang paripurna menyampaikan larangan kepada media untuk tidak memberitakan kasus-kasus yang ada di Manggarai Timur.

“Anggota Dewan merupakan wakil rakyat yang mestinya pro perubahan dan juga melawan korupsi, bukannya melarang wartawan meliput berita korupsi. Itu berarti, Ketua DPRD Matim tidak cocok jadi wakil Rakyat,” katanya.

Doni menegaskan, media merupakan salah satu dari empat pilar dalam pembangunan nasional. Tidak boleh melarang media mencari berita untuk diwartakan, bisa-bisa melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Untuk diketahui, pada  Rabu (15/1/2014) Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur Yohanes Nahas, menegaskan kepada wartawan agar tidak menulis berita kasus di Matim sebebasnya.

Tetapi tidak menjelaskan secara terperinci maksud dari menulis berita yang sebebasnya. Dia juga mengancam akan menghentikan alokasi anggaran untuk langganan koran. Namun, dia juga tidak menyebutkan koran mana yang akan dihentikan langganannya.

“Saya minta Kabag Humas counter semua pemberitaan kasus. Wartawan jangan bebas menulis berita, nanti saya tidak alokasikan anggaran untuk langganan koran,” tegas Nahas dalam sidang DPRD di ruang sidang paripurna. (satria)

Baca Juga :  Tidak sah dukungan Suryadharma Ali kepada Prabowo

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button