Home / Populer / Imlek dan fenomena politik di Tahun Kuda Kayu

Imlek dan fenomena politik di Tahun Kuda Kayu

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

Moral-politik.com : Hari ini, Jumat (31/1/2014) adalah Imlek atau tahun baru China. Perayaan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Perayaan Imlek merupakan momentum agar pertalian persaudaraan dan rasa kekeluargaan makin kental. Yang terpenting, mempunyai rasa kebersamaan dan persatuan yang kokoh antara sesama manusia dalam mengarungi kehidupan yang terbatas dengan faktor umur dan faktor lainnya.

Sebuah tradisi yang dirayakan karena konon adanya binatang raksasa yang menindas kehidupan manusia. Setelah berhasil menaklukkan raksasa, momentum inilah yang selalu dirayakan dari tahun ke tahun dalam kondisi dan situasi riang gembira. Laksana melewati rintangan dan tantangan berat dalam menjalankan karier dan kehidupan ini. Setelah mengarunginya, manusia selalu bersyukur dan berbelas kasih menolong sesamanya dengan penuh ikhlas hati.

Semua keinginan manusia tidak selalu baik. Dalam unsur yin dan yang, manusia digambarkan mempunyai dua sisi, seperti halnya baik dan buruk. Bila dikaitkan dengan fenomena alam, seperti siang dan malam yang selalu menemani manusia setiap saat. Demikian juga situasi politik dan keadaan alam semesta yang bisa diprediksi sesuai dengan ilmu China kuno, seperti ba qi dan fengsui.

Karakteristik manusia selalu berbeda, tetapi ilmu leluhur memberikan rumusan 12 batang langit yang kemudian dikenal dengan 12 shio, memberikan arti tersendiri bila kita mengkajinya dengan akal dan pikiran sehat dalam periode kehidupan dengan pembuktiannya.

Unsur yang mendominasi pada tahun politik 2014, memberi makna adanya semangat yang tinggi untuk menyongsong diri perseorangan menuju ke pintu gerbang kepemimpinan. Ambisi dan emosional dalam memenangi pertarungan politik amatlah kental dirasakan di saat ini. Unsur yang memberi makna mengandung sifat dominan ingin menguasai telah terlihat pada banyak pembicara politik yang mana mereka ingin agar publik melihat kepintaran dan kemampuan mereka dalam manuver politik. Semua yang diinginkan agar elektabilitas, publisitas, dan kreativitas mereka terlihat masyarakat Indonesia dan juga menginginkan pengakuan. Memang luar biasa tahun 2014 ini.

Baca Juga :  KPK Selidiki Aliran Dana Rp 30 M dari Pengembang Reklamasi ke "Teman Ahok"

Di sisi lain, elemen kayu yang mendominasi bawaan elemen dari langit memberikan arti adanya saling keterkaitan satu dengan lainnya. Apa keterkaitannya? Salah satu yang bisa disimak adalah adanya sejumlah orang yang pernah memimpin negeri ini sebelumnya. Ibarat kayu dengan ranting pohon bercabang dan banyak tumbuh di batang pohon yang besar, tetapi tetap saja batang pohon yang besar itulah yang pada akhirnya memegang kendali penuh atas irama dan strategi pemenangan dalam menduduki area kekuasaan.

Elemen kayu juga bisa diibaratkan hutan rimba yang penuh tipu muslihat dan persekongkolan konspirasi. Hutan yang lebat terdapat banyak sekali perangkap dan juga makhluk hidup berbeda. Hutan lebat sulit ditebak, membahayakan mereka yang tak berpengalaman dalam berpetualangan.

Elemen bumi adalah elemen emas atau logam, yang berbenturan dan merugikan kayu. Ini memberikan arti, di balik hutan belantara terdapat figur yang akhirnya ditunjuk karena terkenal dan berwibawa disegani para penghuni hutan. Elemen emas adalah simbol ketenaran.

Contohnya, lansir Kompas.com, Jokowi yang sering mendapat pertanyaan soal kesiapannya menduduki kursi kepresidenan. Namun, pertanyaan itu sama sekali tidak digubrisnya. Inilah gambaran simbol emas. Kilauannya selalu menarik perhatian khalayak ramai.

Shio kuda mempunyai pula makna mengerikan. Kuda memang rajin dan tekun. Selalu optimistis ketika diajak berperang. Rasanya sulit bagi seekor kuda menolak majikannya pada saat harus mati–matian berperang. Shio kuda seperti sebuah jembatan yang ketika telah dilalui, terkadang jembatan dirusak. Sama seperti kuda yang mati dalam suatu peperangan, ditinggalkan majikannya begitu saja. Pahlawan tanpa jasa. Inilah yang akan terjadi pada tahun politik 2014. Intinya, calon presiden bisa dipimpin oleh orang baru yang mendapatkan simpati masyarakat, sedangkan pemimpin utamanya orang yang telah berjaya sebelumnya.

Baca Juga :  Selamat Pesta Natal 2013, Salam Damai untuk Dunia !

Namun, yang penting disimak, tahun 2014 masuk dalam golongan shio kuda dalam awan. Situasi perubahan akan terjadi dan sulit sekali ditebak. Saling tuding-menuding dan berusaha menyelamatkan diri sendiri. Tudingan yang dilontarkan sering memakai tenaga orang lain.

Alam selalu berlaku adil pada manusia. Dalam ilmu hoki China kuno selalu diajarkan kebaikan membawa keberuntungan kepada umat manusia. Bila bencana datang, yang perlu dikoreksi adalah para pemimpin pemerintahan. Ini terjadi pada cerita Sam Kok. Negeri menjadi tenteram karena terdapat banyak pemimpin yang adil dan bijaksana. Semoga semua situasi politik 2014 dilewati dengan aman, tenteram.

Selamat Tahun Baru China bagi yang merayakannya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button