Home / Populer / Ini alasan Rano Karno tolak niat Jokowi bikin sodetan Kali Cisadane

Ini alasan Rano Karno tolak niat Jokowi bikin sodetan Kali Cisadane

Bagikan Halaman ini

Share Button

27

 

 

Moral-politik.com : Ini terdengarnya sedikit aneh dan cukup mengganggu. Bagaimana mungkin orang yang mestinya mendukung GUbenur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) justru tak sepaham?

Ada apa sesungguhnya? Tentu tak patut untuk ditarik benang merah bahwa penolakan itu oleh karena ada tekanan-tekanan demi menghajar Jokowi, sekaligus menurunkan elektabilitas dan popularitasnya.

Penolakan itu lebih kepada menguntungkan Jakarta dan merugikan Provinsi Banten dari terpaan banjir.

Itu sebabnya Wakil Gubernur Banten Rano Karno menolak rencana sodetan Kali Ciliwung ke Kali Cisadane, yang direncanakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah juga menegaskan menolak rencana sodetan tersebut.

“Jelas saya juga tidak setuju dengan rencana itu. Saya mendukung apa yang dikatakan Bupati dan Walikota Tangerang. Baik Bupati maupun Wali Kota memiliki alasan kuat untuk menolak sodetan,” katanya saat meninjau titik-titik banjir di Kabupaten dan Kota Tangerang, Rabu (22/1/2014).

Melansir Kompas.com, beberapa hal yang menurut Rano Karno menjadi poin krusial adalah masalah sedimentasi di Kali Cisadane dan kekuatan Bendung Pasar Baru, Cisadane, atau Pintu Air 10 di Kota Tangerang. Dia juga membenarkan bahwa Cisadane lebih butuh normalisasi dibanding sodetan.

“Makanya, ayo dong duduk bareng untuk bereskan kisruh ini. Kita bicarakan kepentingan sodetan ini secara teknis yang merujuk realita banjir di sini,” kata Rano.

Ia menyatakan, pada prinsipnya, Provinsi Banten siap mendukung rencana sodetan DKI Jakarta. Asalkan, kata dia, rencana itu sama sekali tidak merugikan Kabupaten ataupun Kota Tangerang.

“Kalau nantinya malah merugikan, ya buat apa? Jelas kami akan tolak dengan tegas kalau solusi Jakarta menghilangkan banjir adalah dengan memindahkan air ke Tangerang,” tuturnya.

Baca Juga :  Pukul staf ahli NasDem DPR, Masinton dilaporkan ke Bareskrim

Nah, itu berarti perlu berunding yang lebih mendalam lagi. Jika tidak ada solusinya maka Jokowi harus secepatnya menemukan jurus lain agar Jakarta tak lagi terendam banjir seperti kemarin itu. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button