Home / Sport / Dalih Camat Miotim ‘lawan’ Instruksi Mendagri

Dalih Camat Miotim ‘lawan’ Instruksi Mendagri

Bagikan Halaman ini

Share Button

22ilustrasi

 

Moral-politik.com : Camat Miomaffo Timur Yohanes M. Talan, membantah atau berdalih kalau dirinya dituding melawan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yakni perintahkan untuk menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jak pada 18 Januari 2014 lalu.

Menurut Talan, tahapan pilkades dilakukan karena instruksi Mendagri lambat sampai di Kecamatan, karena diterima satu hari sebelum digelarnya tahapan kampanye visi misi dan pemungutan suara pilkades Jak.

Sehingga sulit untuk membatalkan niat dan rencana Pilkades yang saat itu sudah sampai tahapan akhir, semua persiapan sudah tuntas termasuk undangan  dan hal teknis pemilihan lainnya.

“Kita kasih ijin karena sempat tertunda sebelumnya, sementara masyarakat sudah siap untuk pemilihan. Sehingga sangat resiko bila ada pembatalan lagi. Kita juga bukan lawa, tapi instruksi Mendagri terlambat dan cukup jelas perintahnya yakni menghentikan sementara ditahapan itu sehingga prosesnya terhenti sampai tahapan pemilihan,” jelas Camat Miotim kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (25/1/2014).

Upaya yang dilakukan, jelas Talan, sekedar untuk menghindari luapan emosi dan keresahan masyarakat, sehingga tidak pantas untuk terus dilakukan pembatalan untuk keduakalinya tahapan pemungutan suara yang direncanakan sebelumnya 28 Desember 2013 lalu tapi dibatalkan  hingga 18 Januari.

Talan menuturkan, apapun instruksi dari pemerintah Kabupaten, Provinsi ataupun Pemerintah Pusat, pihaknya siap untuk melaksanakannya. Tapi kaitan dengan instruksi Mendagri untuk menghentikan sementara tahapan pilkades dalam tahun 2014, dinilainya baru didapat informasi resmi tingkat kecamatan sebagai tindaklanjut, maka pihaknya hanya berhenti ditahapan pemungutan suara.

Untuk tindaklanjutnya, jelas Talan, sangat tergantung kewenangan pemerintah Kabupaten untuk menindaklanjuti pengesahan dan pelantikan kepala desa terpilih. Bila dianggap sah dan hasilnya diterima tentu bisa dilakukan pengambilan sumpah ataupun bisa saja dipending hingga 1 Januari 2015 mendatang.

Baca Juga :  Madrid Tuntaskan Tugas dengan Baik, Zidane Kini Nantikan Undian Perempatfinal

“Ya pilkades sudah selesai, hasil perolehan suara sudah ada, sekarang tergantung tindaklanjut dari kabupaten. Kita hanya memfasilitasi pelaksanaan pilkades,” katanya.

Dia menambahkan, pemungutan suara desa Jak berlangsung setelah adanya sejumlah tokoh masyarakat mendatanginya sehari sebelum dilakukan pilkades. Saat itu dirinya melakukan koordinas dengan Kapolsek dan Danramil untuk memantau dan mengawal jalannya pemungutan suara pilkades Jak.

Untuk diketahui, kendati ada instruksi Mendagri untuk tidak digelar Pilkades selama 1 Januari hingga 31 Desember 2014 tapi di Kecamatan Miomaffo Timur, proses pilkades tetap berjalan.

Terbukti Sabtu (18/1/2014) panitia pilkades menggelar pemilihan kepala desa Jak, setelah mendapat restu dari Camat Yohanes M. Talan. Perintah lisan Camat disampaikan  melalui  ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat desa setempat saat berkunjung ke Kecamatan untuk meminta restu terkait pelaksanaan pilkades satu hari sebelum dilakukan pemilihan.

Ironisnya, pemilihan terkesan dirahasiakan sehingga tidak dihadiri satupun keterwakilan petugas dari kecamatan atapun Kabupaten.

“Pemilihan mestinya dilakukan tanggal 28 Desember 2013 lalu, tapi pak Camat minta tunda. Katanya masih tunggu desa tetangga sehingga dilakukan pemilihan serentak,” tandas ketua BPD Desa Jak.

Dia menambahkan, informasi penundaan pilkades tidak melalui surat resmi tapi perintah lisan. Hal serupa jadwal pemilihan 18 Januari kabarnya dibatalkan tapi disetujui Camat setelah dilakukan pendekatan dari tokoh masyarakat sebab  semua persiapan untuk pemungutan suara sudah finishing.

“Kita dapat kabar pemilihan mau tunda lagi tapi kami datangi kecamatan sehingga pak Camat minta untuk mulai saja pemilihan yang penting jangan ribut,” kisahnya

Hasil pemilihan diungguli Siprianus Kolo meraup 159 suara disusul  Petrus Nabu 83 suara posisi terakhir Paulinus Kolo memperoleh 56 suara. (lima)

Baca Juga :  Jalan Rusak, Warga Kaladano Kesulitan Pasarkan Kopra

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button